Elly Halimah Yasin (PPP)

Diperebutkan 133 Orang, Ini 9 Caleg Terpilih Kabupaten Bogor untuk DPR RI

BOGOR-KITA.com – Pemilu 17 April 2019 sudah usai. Walau KPU baru mengumumkan hasil akhir pada 22 Mei 2019, namun sudah beredar nama-nama caleg yang terpilih dan lolos menjadi anggota DPR RI mewakili Kabupaten Bogor ke Senayan Jakarta. Tentu saja nama-nama ini belum resmi, namun diperkirakan tidak akan meleset, karena dihitung dan dirangkum oleh tim sukses masing-masing berdasarkan perolehan suara masing-masing.

Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor atau Dapil Jabar 5 memiliki jatah 9 kursi ke DPR RI Senayan Jakarta. Sementara jumlah caleg dari 16 partai mencapai 133 orang. Siapa saja 9 caleg yang memproleh suara terbanyak dan terpilih mewakili Kabupaten Bogor ke DPR RI?

Berikut nama-namanya;

Partai Gerindra (2 kursi)

  1. DR. H. Fadli Zon, SS, M.Sc
  2. Drs. H. Mulyadi MMA

Partai Golkar (1 kursi)

  1. Ikhsan Firdaus

PDIP (1 kursi)

  1. Adian Yunus Yusak Napitupulu

PKS (1 kursi)

  1. DR. H. Fahmy Alaydrus MM., MEd

PPP (1 kursi)

  1. Hj. Elly Halimah Yasin

PAN (1 kursi)

  1. Primus Yustisio, SE

PKB (1 kursi)

  1. Tommy Kurniawan

DEMOKRAT

  1. H. Anton Sukartono Suratto

Sembilan nama ini patut mendapat ucapan selamat, karena hasil ini bisa dipastikan diperoleh dengan tidak mudah.

Betapa tidak, Dapil Jabar 5 Kabupaten Bogor untuk DPR RI adalah salah satu dapil berat. Tingkat persaingan antar caleg lebih ketat ketimbang tingkat persaingan di Dapil Jabar 3 (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) yang tingkat persaingannya sama dengan tingkat persaingan rata-rata nasional.

DPT Kabupaten Bogor mencapai  3.415.593 pemilih. Jatah untuk DPR RI sama dengan jatah Dapil 3 Jabar (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) yakni 9 kursi.

Harga satu kursi dapat dihitung dengan membagi jumlah DPT 3.415.593 pemilih dibagi 9 kursi, yakni 379 ribu suara per satu kursi.

Jumlah caleg yang diajukan 16 partai mencapai 133 orang. Angka ini diperoleh dari penjumlahan dari 16 partai yang masing-masing mengajukan 9 caleg, kecuali Partai Garuda mengajukan hanya 5 bacaleg, Partai Hanura hanya mengajukan 6 bacaleg, Partai Bulan Bintang mengajukan 8 bacaleg, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia hanya mengajukan 3 bacaleg.

Tingkat persaingan antar caleg dengan demikian dapat dihitung berdasarkan jumah bacaleg yakni 133 bacaleg dibagi 9 kursi, sama dengan satu kursi diperebutkan oleh 14,7 bacaleg.

Tingkat persaingan ini lebih tinggi dibanding tingkat persaingan di Dapil 3 Jabar, juga tingkat persaingan rata-rata nasional di mana satu kursi diperebutkan 14 caleg.

Perjuangan memperoleh kursi di Dapil V Kabupaten Bogor menjadi semakin berat karena harga satu kursi mencapai 379 ribu suara, lebih tinggi dibanding harga satu kursi di Dapil Jabar 3 yang harga satu kursi hanya 260 ribu suara. Harga satu kursi di  Dapil Jabar 5 bahkan lebih tinggi ketimbang harga satu kursi rata-rata nasional yang hanya 321 ribu suara per satu kursi.

Tingkat persaingan di Dapil jabar 5 menjadi semakin panas karena di dapil ini bertarung sejumlah nama tenar dan beken. Petarung petahana meliputi Fadli Zon dari Gerindra, Adian Junus Yusak Napitupulu  dari PDIP, Achmad Farial dari PPP, Primus Yustisio dari PAN, Max Sopacua dan Anton Sukartono Suratto dari Demokrat, TB Soenmandjaja dari PKS.

Sedang petarung pendatang baru tetapi cukup tenar di Kabupaten Bogor maupun di tingkat nasional, meliputi Ferdinan Hutahean yang sering muncul di televisi sebagai juru bicara Partai Demokrat. Kemudian ada nama Elly Rachmat Yasin, Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor yang dikenal luas oleh publik Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno dari PKS yang juga  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, dan seumlah nama lain. [] Admin

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *