Bogor Kota dan Kabupaten Siaga Amankan Pelantikan Jokowi-JK

Apel Siaga Pengamanan Pelantikan Presiden di Bogor

BOGOR-KITA.com – Sebanyak 1.100 personel gabungan unsur kepolisian, TNI, dan Pemkot Bogor dikerahkan bersiaga di lima titik yang menjadi akses kendaraan dari Kota Bogor menuju Jakarta.  Seluruh peronel tersebut dikerahkan untuk membantu pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokwi) – Jusuf Kalla (JK), yang berlangsung di Gedung MPR, Senayan Jakarta, Senin (20/10).

Tugas seluruh personel tersebut adalah mencegat orang-orang yang berniat berbuat anarkis menuju Jakarta. Seluruh pasukan tersebut menggelar apel siaga di Mako Polres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Minggu (19/10).

Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama mengatakan, lima titik pengamanan itu meliputi pintu Tol Jagorawi Baranangsiang, Tol Ciawi, Tol BORR, Simpang Pomad dan Simpang Yasmin. Bahtiar menjelaskan, seluruh personel tersebut diutamakan menjaga kondusifitas wilayah Kota Bogor sebagai daerah penyanga Ibukota, dan membantu DKI Jakarta supaya tidak terjadi penumpukan masyarakat menuju Ibukota.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden. Apabila masyarakat ingin melihat prosesi pelantikan, bisa menonton di televise, tidak perlu datang ke Jakarta,” imbaunya.

Sementara itu Polres Bogor menyebar 1.083 petugas gabungan Polisi, TNI, Brimob, Damkar, Satpol PP dan DLLAJ. Seluruh petugas itu ditempatkan di sembilan titik yang dianggap rawan, meliputi Kecamatan Gunung Putri, Ciawi, Pemda, Babakan Madang, Parung, Citeureup, Gadog, Cileungsi, dan gerbang Sentul Utara.

Kapolres Bogor, AKBP Sony Mulvianto Utomo mengatakan, kekuatan personel itu masing-masing 600 petugas dari Polres Bogor, 200 petugas dari TNI dan 200 anggota Polda Jabar yang diperbantukan.

“Sisanya personel dari Damkar, Pol PP, DLLAJ Kabupaten Bogor,” kata Kapolres usai apel pasukan di Halaman Mapolres Bogor, Minggu (19/10).

Kapolres menyebutkan, personel yang dikerahkan tidak diperkenankan membawa senjata lengkap. “Karena yang dihadapi nantinya bukanlah penjahat melainkan massa biasa,” katanya.

Kapolres membeberkan, bila ditemukan ada kelompok masa yang dianggap akan mengganggu jalannya pelantikan presidin, maka pihaknya tidak segan-segan menghentikan dan mendorong paksa kembali ke tempat asalnya.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *