Nasional

Angka Pasokan Narkoba ke Indonesia Naik 140 Persen di Masa Pandemi

BOGOR-KITA.com, CIGOMBONG – Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengungkapan ada kenaikan jumlah pengguna dan pasokan narkotika ke Indonesia di masa pandemi Covid-19.Tak tanggung-tanggung kenaikannya hingga 140 persen.

Menurutnya, pada mulanya BNN memperkirakan pasokan narkotika akan berkurang bahkan terhenti. Mengingat sejumlah negara membatasi pergerakan atau mobilitas barang dan masyarakat di sejumlah alat transportasi, dan bahkan banyak negara memberlakukan lockdown.

“Ketika pandemi berjalan sekitar 4 bulan tadinya kita memperkirakan narkotika yang masuk akan berkurang, pasokan akan terhenti, tapi ternyata justru terjadi sebaliknya, begitu banyak pasokan penyelundupan narkoba ke Indonesia ” ujar Irjen Arman Depari di kawasan Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (28/6/2021) kemarin.

Baca juga  BP JAMSOSTEK Harus Dikelola Profesional

Meningkatnya pasokan  juga memberikan indikasi bahwa ada kenaikan jumlah pengguna atau pecandu narkotika di Indonesia.

“Ternyata justru pemakainya lebih banyak dan  pasokannya lebih besar,” ungkapnya.

Presentase hingga mencapai 140 persen ini mengacu pada beberapa penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh petugas-petugas BNN di lapangan dan kepolisian.

“Dan seperti sekarang ini baru setengah tahun kita sudah melakukan penyitaan kurang lebih 5 ton sabu dan ganja atau canabis lebih dari 7 ton, ini baru setengah tahun perjalanan,” bebernya.

Ia menambahkan, Indonesia dengan jumlah populasi penduduk terbesar ke empat di dunia dan ketiga di Asia setelah China dan India memiliki jumlah pengguna hingga 4 juta orang atau 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Baca juga  Pilkada 2024 Potensial Rusak Kualitas Pemilu

“Nah kalau dilihat dari jumlah penduduk dan prevalensinya tadi, dimana tadi kurang lebih 2 persen dan sekarang sudah agak turun itu sejumlah 4 juta orang yang mengkonsumsi narkoba,” ucapnya lagi.

Oleh karenanya, Indonesia menjadi salah satu pengguna narkoba terbesar di Asia apalagi di negara-negara Asean.

“Sudah jelas 4 juta itu sama dengan jumlah salah satu penduduk di Asean,” tandasnya. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top