Kab. Bogor

Ade Yasin Naikkan Insentif RT/RW Jadi Rp500 Ribu Per Bulan

rakor ppkm kabupaten bogor
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro, di Cibinong, Senin (1/3/2021).

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan menaikkan insentif RT/RW dari Rp300.000 per bulan menjadi Rp500.000 per bulan atau Rp6 juta per tahun.

“Ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para Rt dan Rw serta sesuai janji yang telah saya sampaikan pada tahun 2018 lalu,” kata Ade Yasin dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro, di Cibinong, Senin (1/3/2021).

Rakor yang digelar di Sekretariat Satgas Covid -19 Kabupaten Bogor dihadiri Wakil Bupati Iwan Setiawan, Sekda Burhanudin, Ketua DPRD Rudy Susmanto, Kapolres Bogor AKBP Harun, Dandim Letkol Sukur Hermanto, Kadinkes Mike Kaltarina, Kadiskominfo Irwan Purnawan, Kepala DPMD Renaldi. Sementara 40 camat se-Kabupaten Bogor mengikuti rakor melalui zoom meeting dari kantor masing-masing.

Baca juga  Sampaikan Aspirasi Soal FPI, Ratusan Jamaah Datangi Polresta Bogor Kota

Ade Yasin menegaskan, kenaikan insentif tersebut, bukan hanya karena Rt/Rw berada di garda terdepan dalam penanganan covid 19, tapi juga karena Rt/Rw adalah pihak yang paling mengetahui kebutuhan masyarakatnya dan merupakan jembatan aspirasi serta ujung tombak pembangunan di Kabupaten Bogor.

Jumlah Ketua Rt/Rw di Kabupaten Bogor sebanyak 18.952 orang. Dengan besaran insentif Rp500 ribu per bulan atau Rp6 juta per tahum, total APBD untuk insentif ini adalah Rp113.712.000.000 setahun.

Ditambahkan, Pemkab Bogor juga memberikan insentif plus untuk kepala desa dan perangkat desa (sekdes, kasi,kaur, kadus). Insentif plus itu meliputi BPJS untuk kepala desa dan perangkat desa, tunjangan dan operasional BPD, insentif untuk linmas, guru ngaji, tunjangan operasional posyandu.

Baca juga  Ini Pejuang di Masa Pandemi Dapat Penghargaan dari PWI Kota Bogor

“Total tunjangan dan insentif setahun dari APBD adalah Rp352.556.072.456,” kata Ade Yasin.

Ditambahkan, selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberikan insentif bagi amil sebesar Rp200.000 perbulan, insentif guru madrasah sebesar Rp250.000 per bulan, dan insentif guru PAUD sebesar Rp200.000 per bulan, insentif babinsa sebesar Rp500.000 per bulan, sementara untuk Babinkantibmas sudah dianggarkan oleh pusat.

Tahun ini juga Insya Allah, Pemkab Bogor berencana menaikkan insentif linmas dari  Rp200.000 menjadi Rp300.000 per bulan.

Ade mengatakan, nominal insentif ini tentunya tak seberapa dibandingkan dengan pengabdian dan tugas mulia melayani masyarakat, khusus Rt/Rw dan Linmas, karena jika terjadi masalah di lingkungan, mereka inilah yang paling depan mengatasinya.

Baca juga  Pemkab Bogor Akan Perpanjang Masa PSBB

“Semoga apa yang diberikan ini dapat disyukuri dan memotivasi untuk lebih giat dalam mengabdikan diri demi kebaikan dan kemajuan lingkunganmasing-masing,” kata Ade Yasin

Buapti nenegaskan, berbagai tunjangan dan insentif yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor, selain untuk mendukung kinerja, juga untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

“Insentif meningkatkan konsumsi, dengan permintaan konsumsi yang meningkat diharapkan dapat mendorong pergerakan ekonomi. Ditambah dengan program stimulus satu miliar satu desa (samisade) yang juga merupakan upaya pemulihan ekonomi dengan pendekatan pembangunan infrastruktur perdesaan dengan pola padat karya,” kata Ade Yasin. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top