Kab. Bogor

Sungai di Cisarua Diduga Tercemar Sampah dan Limbah Peternakan, Warga Khawatir

BOGOR-KITA.com, CISARUA-  Warga Kampung Pasir Panjang, RT 05/RW 02, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kondisi aliran sungai yang dipenuhi sampah. Warga juga menduga terdapat kotoran ayam dari aktivitas peternakan di sekitar lokasi yang berpotensi masuk ke aliran sungai.

Kekhawatiran warga meningkat saat hujan turun. Derasnya arus air dinilai berpotensi membawa sampah dan material lain di sekitar sungai masuk ke badan air.

Padahal, aliran sungai tersebut masih dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Salah seorang warga berinisial LK mengatakan, kondisi sampah di sekitar aliran sungai semakin mengkhawatirkan ketika hujan mengguyur kawasan Puncak.

“Kalau hujan turun, sampah yang ada di sekitar sungai terbawa arus. Termasuk yang diduga limbah kotoran ayam,” kata LK, Jumat (2/10/2026).

Baca juga  Inspektur IV Kemendagri Apresiasi Ade Yasin Terapkan Transaksi Cashless dan PAD Over Target

Menurut LK, terdapat peternakan ayam yang lokasinya tidak jauh dari aliran sungai. Selain itu, masih ditemukan tumpukan sampah di sekitar sungai yang dikhawatirkan terbawa arus ketika hujan deras.

Warga berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Terlebih, sungai masih dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga juga berharap penanganan sampah di sekitar aliran sungai dilakukan secara berkelanjutan sehingga tidak kembali terbawa arus saat hujan.

DLH Minta Sampah di Sekitar Sungai Dicegah Masuk Aliran

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Hendry Iskandar, mengatakan sampah yang berada di sekitar sungai perlu dicegah agar tidak masuk ke badan air.

Baca juga  Ratusan PKL Puncak Bakal Ditertibkan, Nunggu Rest Area Gunung Mas Beres

Menurut Hendry, tumpukan sampah yang berada di dekat sungai sebaiknya diberi pembatas atau pagar untuk mengantisipasi sampah terbawa arus ketika hujan.

“Tumpukan sampah yang berada di dekat sungai seharusnya dipagar. Jangan sampai jatuh ke aliran sungai,” ujarnya.

Hendry mengatakan persoalan sampah di sekitar sungai tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat dan pemerintah desa, kata dia, juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar aliran sungai.

Ia menambahkan, kegiatan operasi bersih juga dilakukan secara rutin untuk mencegah sampah kembali menumpuk setelah dilakukan pengangkutan.

Terkait dugaan adanya sampah maupun limbah kotoran yang masuk ke aliran sungai, Hendry menekankan pentingnya pencegahan agar material tersebut tidak masuk ke badan air.

Baca juga  BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi Bagikan Ratusan Takjil

Namun, dugaan pencemaran tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan pengujian sesuai kewenangan instansi terkait.[] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top