Kemacetan Puncak Hambat Kunjungan Wisata, Taman Safari Sebut Jumlah Wisatawan Cenderung Stagnan
BOGOR-KITA.com, CISARUA – Kemacetan yang kerap terjadi di jalur Puncak saat akhir pekan dan hari libur dinilai turut menghambat pertumbuhan kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut salah satunya dirasakan Taman Safari Indonesia (TSI), yang menyebut jumlah kunjungan wisatawan cenderung stagnan.
Direktur sekaligus pemilik dan pendiri Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, sebelumnya mengungkapkan kemacetan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan ke destinasi wisata tersebut.
“Ke Puncak itu macet, jadi yang datang ke TSI tidak pernah naik signifikan,” ujar Jansen, Minggu (30/8/2026).
Kemacetan di kawasan Puncak memang kerap terjadi ketika volume kendaraan meningkat pada akhir pekan maupun hari libur. Kondisi tersebut membuat waktu tempuh wisatawan menjadi lebih panjang dan dapat mengurangi waktu mereka untuk menikmati destinasi wisata.
Di tengah persoalan tersebut, Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman mengimbau wisatawan yang hendak menuju kawasan Puncak agar memperhitungkan waktu keberangkatan dan memantau kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.
Menurut Budi, wisatawan sebaiknya berangkat lebih pagi, terutama saat pemberlakuan sistem satu arah menuju Puncak dilakukan Satlantas Polres Bogor.
Dengan berangkat lebih awal, wisatawan diharapkan dapat tiba di lokasi tujuan sebelum kepadatan kendaraan meningkat.
“Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, pengunjung wisatawan dari kota, Kabupaten Bogor maupun luar Bogor, pastikan keberangkatan lebih awal,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, keberangkatan pada siang hari memiliki risiko lebih besar terjebak kepadatan. Pada waktu tersebut, arus kendaraan dari berbagai daerah mulai meningkat sehingga berpotensi menimbulkan penumpukan di sejumlah titik.
Budi juga mengingatkan wisatawan yang memilih jalur alternatif menuju kawasan Puncak, khususnya di wilayah Megamendung dan Cisarua, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik.
Menurut dia, sejumlah jalur alternatif memiliki karakteristik jalan yang relatif sempit dengan tanjakan dan turunan cukup curam. Karena itu, kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, perlu dipastikan dalam keadaan baik.
“Kondisi pengereman dan bahan bakar juga harus diperhatikan. Jangan sampai kendaraan bermasalah saat melintas jalur alternatif,” ucapnya.
Selain memeriksa kondisi kendaraan, wisatawan diminta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Perkembangan kondisi arus lalu lintas juga dapat dipantau melalui kanal YouTube Polsek Cisarua.
Kemacetan yang terjadi berulang di jalur Puncak menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pariwisata kawasan tersebut. Kelancaran akses menuju destinasi wisata menjadi penting karena waktu tempuh yang lebih panjang dapat memengaruhi pengalaman dan keputusan wisatawan untuk berkunjung.[] Danu
