Peringati HUT ke-81 RI, 4 Klub Padel di Bogor Kolaborasi Gelar Merdeka Rally Cup 2026
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia diwujudkan komunitas padel di Kabupaten Bogor melalui gelaran Merdeka Rally Cup 2026.
Turnamen perdana tersebut mempertemukan anggota dari empat klub padel di Lapangan Mio Padel Court, Jalan Sukaraja, Desa Cibanon, Kecamatan Sukaraja, Sabtu (22/8/2026).
Merdeka Rally Cup 2026 merupakan hasil kolaborasi Sister’s Padel, VHJ Padel Bogor, Racket Addict dan Padel Shantay. Kejuaraan ini mengusung tema “4 Club for One Nation, One Court, One Spirit”.
Koordinator Turnamen, Grenida Gree, mengatakan kompetisi tersebut sengaja dibuat sebagai ruang bagi para anggota klub untuk mengasah kemampuan sekaligus mendapatkan apresiasi atas antusiasme mereka dalam bermain padel.
“Ini merupakan event perdana hasil kolaborasi empat klub untuk memeriahkan Kemerdekaan ke-81 RI. Kami ingin memberikan reward atas antusiasme para member yang rutin bermain di klub kami,” kata Grenida.
Peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu per orang. Namun, dana tersebut dikembalikan kepada peserta dalam bentuk fasilitas pertandingan, goodie bag hingga hadiah pendukung.
Turnamen menggunakan format ganda dengan mempertandingkan kategori double women dan double men. Untuk kategori perempuan, pertandingan dibagi berdasarkan level kemampuan, yakni Newbie Lower Beginner dan Upper Beginner. Sementara kategori laki-laki mempertandingkan level Lower Bronze/Bronze.
“Format pertandingan dimainkan secara double yang mencakup kategori double women dan double men, di mana setiap kategori diikuti 12 pasangan sehingga totalnya ada 24 pemain,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Merdeka Rally Cup juga diarahkan menjadi sarana mempererat hubungan antarkomunitas sekaligus membuka peluang munculnya atlet-atlet baru dari cabang olahraga padel.
Grenida menilai perkembangan komunitas padel di Bogor cukup menjanjikan. Karena itu, empat klub yang terlibat dalam turnamen tersebut berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya pemain potensial secara berkelanjutan.
“Kami ingin melahirkan pemain-pemain baru secara berkelanjutan. Dari empat klub ini, kami bahkan siap menantang dan menyuplai pemain-pemain berbakat untuk ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat ke depannya,” tegasnya.
Pelaksanaan turnamen yang hanya dipersiapkan sekitar satu pekan tidak menjadi kendala bagi panitia. Perwakilan dari masing-masing klub turut terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan, di antaranya Yeni dari VHJ, Gonik dan Uwi dari Sister Padel, Tusi dan Vero dari Racket Addict, serta Ibu Dian dan Wini dari Padel Shantay.
“Usai pertandingan ini tentunya kami akan melakukan evaluasi untuk menghadirkan kompetisi yang lebih besar di masa mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, persaingan ketat terjadi pada kategori women. Pasangan Ice Miranda dan Novalina keluar sebagai juara pertama setelah melewati rangkaian pertandingan.
Ice Miranda mengaku senang dapat mengikuti turnamen tersebut karena sekaligus menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan di tengah persaingan antarpemain.
“Strateginya harus ekstra sabar. Waktunya ada peluang cari poin, ya kita cari poin. Kendala signifikan tidak ada, hanya tadi di lapangan agak silau sedikit karena pantulan kaca, tapi tidak terlalu mengganggu,” ujarnya.
Posisi kedua ditempati pasangan Fenny dan Lasti. Keduanya mampu melaju hingga partai final meski persiapan yang dilakukan cukup terbatas dan baru pertama kali dipasangkan secara resmi.
“Kami latihannya cuma sekali dan ini pertama kali fix partner. Kuncinya dari babak penyisihan harus tenang, sabar dan saling komunikasi. Pas masuk final, kita jalanin saja tanpa beban harus juara satu. Hasil ini sudah luar biasa,” tutur Fenny.
Sedangkan pasangan Fitri dan Ajeng mengamankan posisi ketiga. Mereka harus melalui sekitar tujuh hingga delapan pertandingan sejak fase penyisihan untuk memastikan tempat di podium.
Salah satu kunci mereka dalam menghadapi ketatnya pertandingan adalah menjaga komunikasi dan saling memberikan dukungan ketika tekanan mulai muncul.
“Kami berusaha tetap kompak, komunikasi dan tenang walau ada rasa grogi. Ketika partner nervous, kita saling menyemangati dan cover di lapangan. Lawan terberat memang para finalis, juara satu dan dua,” pungkasnya. [] Ricky
