Kota Bogor

The Dusty Rusty Rilis Mini Album Platipus, Usung Musik Retro-Pop dengan Sentuhan Modern

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Grup retro-pop asal Bogor, The Dusty Rusty, membuka babak baru perjalanan musiknya melalui mini album perdana bertajuk Platipus. Karya yang berisi lima lagu tersebut resmi dirilis pada 25 Juli 2026 dan kini dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming digital.

Mini album ini menjadi langkah penting bagi kuartet yang beranggotakan Denrobay (vokal/gitar), Kuray (gitar), Cupla (bass), dan Russel (drum). Sebelumnya, The Dusty Rusty lebih banyak memperkenalkan karyanya melalui sejumlah single lepas di sirkuit musik lokal.

Lewat Platipus, band yang mengambil nama dari karakter dalam film animasi Cars itu mencoba menawarkan warna retro-pop yang tetap relevan dengan kehidupan anak muda masa kini.

Lima lagu di dalamnya banyak dipengaruhi musik pop era 1950-an hingga 1960-an. Selain pop retro, The Dusty Rusty juga memadukan unsur rock ‘n’ roll dan rockabilly dengan pendekatan musikal yang lebih modern.

“Kami berusaha merangkum berbagai fase percintaan mulai dari ekspektasi, kegelisahan, hingga proses pendewasaan dari sudut pandang seorang laki-laki muda tanpa harus berjarak dengan identitas musik yang membentuk kami,” ujar Cupla, Jumat (21/8/2026) malam.

Baca juga  Sendi-Melli Siapkan Stadion Padjadjaran Jadi Pusat Sportainment Modern Bak GBK

Dari sisi referensi, warna musik The Dusty Rusty turut dibentuk oleh album-album awal The Beatles, seperti Please Please Me dan A Hard Day’s Night. Meski demikian, band tersebut tidak sekadar mereproduksi karakter musik lawas, melainkan mengolahnya dengan pendekatan yang sesuai dengan identitas mereka.

Dalam proses kreatif, materi lagu umumnya lahir dari sesi jamming antarpersonel. Setelah mendapatkan bentuk yang dianggap cukup utuh, lagu kemudian dimatangkan kembali saat memasuki tahap rekaman.

“Biasanya penulisan musik kami lakukan melalui tahap jamming. Setelah dirasa cukup utuh, baru kami rampungkan saat proses rekaman di studio,” katanya.

Proses produksi Platipus turut melibatkan Shena Ariyandi sebagai produser. Sejumlah materi dalam mini album tersebut telah mulai ditulis sejak 2025 dan kemudian diselesaikan sepanjang kuartal pertama 2026 di 13 Nadi Musik, dengan bantuan Boy Mulyadi dalam proses rekaman.

Tahapan produksi pun tidak berlangsung singkat. Kesibukan masing-masing personel menjadi salah satu tantangan, ditambah kebiasaan mereka melakukan improvisasi yang terkadang membuat materi yang sebelumnya sudah dianggap final kembali mengalami perubahan.

“Proses rekaman Platipus cukup menguras tenaga, karena tiap personel punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Terlebih, kami cukup sering melakukan improvisasi dan mengubah materi yang sebenarnya sudah final di tahap workshop,” terang Robay.

Baca juga  Deviasi Positif 0,2 %, Dedie Rachim Minta Pembangunan Blok 4 RSUD Kota Bogor Selesai Tepat Waktu

Meski mengusung musik retro, The Dusty Rusty mengaku tidak secara khusus membuat pendekatan tertentu untuk mengejar pendengar baru. Mereka memilih mempertahankan karakter musik yang mudah dicerna sekaligus tetap merepresentasikan identitas kelompok.

Menariknya, lima lagu dalam Platipus dapat dinikmati sebagai sebuah rangkaian cerita. Jika diputar secara berurutan, setiap lagu menggambarkan perjalanan emosional seorang laki-laki muda, mulai dari cinta yang tidak berbalas, kenangan terhadap sebuah tempat, kritik terhadap relasi yang tidak sehat, hingga pengalaman memasuki fase coming of age.

Konsep tersebut kemudian dianggap sejalan dengan nama Platipus, hewan mamalia semiakuatik yang memiliki karakteristik unik karena memadukan berbagai keunikan dalam satu tubuh.

“Kami tidak berusaha mengejar tren. Yang kami tawarkan adalah identitas The Dusty Rusty yang otentik dan lahir dari kecintaan kami terhadap musik lawas yang terus digali dengan cara kami,” ujar Kuray.

Bagi The Dusty Rusty, Platipus sekaligus menjadi bentuk deklarasi musikal bahwa musik retro-pop masih dapat terdengar segar ketika dipadukan dengan pendekatan modern yang jujur.

Baca juga  JMI Bogor Raya Tebar Benih Ikan dan Tanam Pohon di Bantaran Ciliwung

“Platipus merupakan bentuk eksplorasi yang berani dari kami sebagai satu kesatuan di The Dusty Rusty, keberanian menjadi diri sendiri, serta simbol bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan ekspektasi orang lain,” tutur Russel.

Mini album tersebut juga tidak dipandang sebagai pencapaian akhir. Bagi band yang terbentuk di Gunung Putri itu, Platipus justru menjadi titik awal untuk membangun perjalanan yang lebih panjang bersama para pendengarnya.

Sebagai langkah berikutnya, The Dusty Rusty tengah menyiapkan showcase peluncuran Platipus yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Mereka juga mempersiapkan tur ke sejumlah kota di Pulau Jawa untuk memperkenalkan materi dalam mini album tersebut secara lebih luas.

Dengan Platipus, The Dusty Rusty ingin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap musik lawas tidak harus membuat sebuah karya terdengar usang. Melalui eksplorasi dan karakter yang mereka bangun sendiri, warna retro-pop justru dapat menjadi medium untuk menceritakan pengalaman anak muda dengan cara yang sederhana dan relevan.

Mini album Platipus dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital sejak 25 Juli 2026. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top