Kab. Bogor

Drainase Jalur Utama Puncak Rusak Belasan Tahun, Warga Khawatir Air Meluap ke Permukiman

BOGOR-KITA.com, CISARUA  – Kondisi sejumlah saluran drainase di sepanjang Jalan Raya Puncak, khususnya di wilayah Kelurahan Cisarua, Kabupaten Bogor, dikeluhkan warga. Saluran yang berfungsi mengalirkan air hujan tersebut disebut mengalami kerusakan, pendangkalan, serta tertutup material dan sampah.

Kondisi itu dinilai dapat mengurangi fungsi drainase, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga menyebut air berpotensi meluap ke badan jalan dan mengarah ke permukiman yang berada di bawah jalur utama Puncak.

Ketua RW 03 Kelurahan Cisarua, Ayandi, mengatakan persoalan drainase tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kondisi saluran belum mendapat perbaikan secara menyeluruh.

“Iya, sudah belasan tahun kondisinya seperti ini. Belum ada perbaikan yang benar-benar menyeluruh. Kalau hujan deras, air meluap karena salurannya tidak mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik,” kata Ayandi, Rabu (12/8/2026).

Ayandi menjelaskan, posisi sejumlah permukiman yang berada di bawah jalur utama membuat warga khawatir terdampak apabila air dari saluran meluap. Selain berpotensi mengganggu aktivitas warga, genangan juga dapat terjadi di sejumlah titik badan jalan.

Baca juga  Highlands Half Marathon, The New Challenge 3.000 Berlari di Kesejukan Sentul City

Menurut Ayandi, pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada sejumlah instansi, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan UPT Irigasi. Namun, ia mengatakan mendapat penjelasan bahwa penanganan drainase di lokasi tersebut bukan menjadi kewenangan kedua instansi itu.

“Sudah kami sampaikan ke DLH dan UPT Irigasi. Tetapi kami mendapat penjelasan bahwa kewenangannya bukan di mereka. Informasinya, karena ini berada di jalur nasional, kewenangannya ada di pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR,” ujarnya.

Ayandi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, status jalan nasional menjadi salah satu alasan perlunya penanganan oleh instansi yang memiliki kewenangan terhadap ruas jalan tersebut. Ia berharap persoalan itu dapat dikoordinasikan lintas instansi agar penanganannya tidak berlarut-larut.

Baca juga  37 Orang Terjaring Razia Protokol Kesehatan di Caringin

Ia juga menyebut sejumlah titik saluran mengalami pendangkalan dan terdapat batu, puing material, serta sampah. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat menghambat aliran air ketika hujan turun.

“Kalau salurannya sudah dangkal dan banyak material, otomatis aliran air menjadi tidak lancar. Karena itu kami berharap ada pengecekan secara langsung, kemudian dilakukan pembersihan sekaligus perbaikan fisik,” ucapnya.

Ayandi berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi drainase di lokasi tersebut. Menurutnya, langkah perbaikan diperlukan untuk mengurangi potensi genangan dan luapan air ke permukiman maupun badan jalan.

“Kami berharap segera ditangani. Jangan sampai menunggu terjadi banjir yang lebih besar dan akhirnya masyarakat yang dirugikan. Drainase ini sangat penting, bukan hanya untuk warga, tetapi juga untuk pengguna jalan di jalur utama Puncak,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Cisarua Heru Hendrawan membenarkan bahwa sejumlah infrastruktur drainase di wilayahnya, terutama yang berada di sepanjang jalur nasional, mengalami kerusakan.

Baca juga  PMI Kabupaten Bogor Mulai Layani Donor Plasma Konvalesen

Menurut Heru, kerusakan tersebut berupa kondisi fisik saluran maupun pendangkalan yang dapat memengaruhi fungsi drainase saat hujan.

“Memang kondisi drainase di wilayah kami, khususnya yang berada di jalur nasional, ada yang mengalami kerusakan. Ada yang mengalami pendangkalan dan ada juga kerusakan fisik sehingga tidak berfungsi secara maksimal,” kata Heru.

Heru berharap pemerintah pusat dapat melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan terhadap drainase di sepanjang jalur tersebut. Ia menilai perbaikan diperlukan untuk mengurangi potensi luapan air ke badan jalan dan lingkungan permukiman.

“Kami berharap pemerintah pusat segera memperbaiki drainase yang rusak di wilayah Cisarua. Karena ini jalur nasional, tentu penanganannya perlu dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan,” tandasnya.[] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top