Kota Bogor

Serbukatif Perluas Gerakan ke Kampus, Mahasiswa Diajak Biasakan Bertutur Santun

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Gerakan Seribu Kata Positif (Serbukatif) mulai memperluas jangkauannya ke lingkungan perguruan tinggi. Politeknik Prasetiya Mandiri Bogor menjadi kampus pertama yang mengadopsi gerakan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun karakter dan membiasakan mahasiswa menggunakan bahasa yang santun.

Penerapan Serbukatif di lingkungan kampus ditandai dengan peluncuran program sekaligus peresmian Pojok Literasi Afirmasi. Kegiatan tersebut dihadiri Founder Gerakan Serbukatif Yantie Rachim, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Rudi Suryanto, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Bogor Asep Faizal Rahman, serta jajaran civitas akademika Politeknik Prasetiya Mandiri.

Direktur Politeknik Prasetiya Mandiri, Saifudin Zuhdi, mengatakan keputusan menjadi kampus pertama yang menerapkan Serbukatif dilandasi keprihatinan terhadap semakin berkurangnya kebiasaan bertutur santun di kalangan generasi muda.

Menurutnya, persoalan penggunaan bahasa yang kurang baik tidak hanya ditemukan di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga mulai terlihat sejak usia sekolah dasar. Karena itu, mahasiswa dinilai memiliki peran penting untuk menjadi contoh bagi generasi di bawahnya.

Baca juga  Taman Publik di Kota Bogor Kembali Dibuka Untuk Umum

“Bahasa yang kurang santun sekarang bukan hanya terjadi pada mahasiswa, tetapi sudah sampai pada anak-anak SD. Karena itu kami ingin mahasiswa menjadi teladan bagi adik-adiknya melalui penggunaan kata-kata yang baik,” kata Saifudin, Jumat (7/8/2026).

Ia menegaskan, pelaksanaan Serbukatif di kampus tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Mahasiswa nantinya akan terlibat langsung dalam membuat dan memasang berbagai kata-kata positif di ruang kelas maupun sejumlah area kampus.

Selain itu, pihak kampus menyiapkan buku saku yang berisi kumpulan kalimat positif untuk menjadi panduan mahasiswa dalam berkomunikasi dan berinteraksi sehari-hari.

Upaya tersebut juga akan diperkuat dengan program pendidikan karakter yang dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan. Kampus akan menghadirkan narasumber dari luar untuk memberikan materi mengenai etika komunikasi, karakter, serta sikap yang perlu dibangun mahasiswa.

Baca juga  Pelajar Tewas Usai Tabrak Truk Parkir di Jalan Sholeh Iskandar

“Kami ingin ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi slogan,” tegasnya.

Founder Gerakan Serbukatif, Yantie Rachim, menyambut baik langkah Politeknik Prasetiya Mandiri yang menjadi perguruan tinggi pertama dalam mengembangkan gerakan tersebut.

Ia menjelaskan, Serbukatif yang digagas sejak 2022 sebelumnya telah diterapkan pada jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP. Gerakan itu diarahkan untuk membangun kebiasaan berkomunikasi secara positif sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah perundungan.

“Ini menjadi momen yang sangat membanggakan. Politeknik Prasetiya Mandiri adalah perguruan tinggi pertama yang membawa Gerakan Serbukatif ke jenjang kampus. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan dengan membiasakan kata-kata yang baik, termasuk di media sosial,” ujar Yantie.

Baca juga  Jakarta, Bogor dan Balikpapan Kembali Bersaing Rebut Gelar “The Most Loveable City”

Menurut Yantie, perkembangan Serbukatif selama ini tidak hanya diwujudkan melalui penggunaan kata-kata positif. Gerakan tersebut juga telah dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti lagu Serbukatif, senam, Duta Serbukatif, hingga barcode yang memuat kata-kata positif dan diterapkan di sejumlah sekolah.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Rudi Suryanto, menilai perluasan Serbukatif ke perguruan tinggi menjadi langkah penting agar budaya bertutur positif tidak berhenti di lingkungan sekolah.

Pihaknya pun berencana mendorong penerapan gerakan tersebut di perguruan tinggi lainnya di Kota Bogor. Menurut Rudi, pembentukan karakter membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan, termasuk keluarga dan masyarakat.

“Ke depan kami akan komunikasikan dengan perguruan tinggi lainnya. Serbukatif tidak cukup diterapkan di sekolah, tetapi juga harus menjadi budaya di masyarakat,” ucapnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top