Kab. Bogor

Pengemudi Diminta Waspada, Empat Tanjakan Curam di Jalur Alternatif Puncak Bogor Rawan Kecelakaan

BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG  – Arus wisata menuju kawasan Puncak meningkat selama libur sekolah. Kepadatan lalu lintas tidak hanya terjadi di jalur utama, tetapi juga di jalur alternatif.

Pengendara yang melintasi jalur alternatif Gadog–Cikopo Selatan, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, diminta meningkatkan kewaspadaan. Jalur tersebut memiliki sejumlah titik dengan tanjakan curam yang dinilai rawan kecelakaan.

Kepala Desa Kuta, Kusnadi, mengatakan karakteristik jalur alternatif tersebut cukup menantang. Ruas jalan yang sempit, tikungan tajam, dan tanjakan curam menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang belum mengenal kondisi medan.

“Jalur ini rawan kecelakaan karena ruas jalannya sempit, banyak tikungan, serta memiliki beberapa tanjakan yang cukup curam, terutama di kawasan Kampung Warudoyong,” ujar Kusnadi, Rabu (1/7/2026).

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Turun Jauh, 21, Sembuh Naik, 50, Meninggal Nihil

Menurut Kusnadi, selama musim libur sekolah volume kendaraan yang melintas di jalur alternatif Megamendung meningkat cukup signifikan. Banyak wisatawan memilih jalur tersebut untuk menghindari kepadatan lalu lintas di Jalur Puncak.

Namun, kata dia, masih banyak pengendara yang belum memahami karakter jalan pegunungan. Kondisi tersebut kerap menyebabkan kendaraan kesulitan menanjak, terutama saat terjadi antrean di tanjakan.

Karena itu, Kusnadi mengimbau pengendara memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan terhadap sistem pengereman, mesin, kopling, dan ban kendaraan dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Selain kondisi kendaraan, kemampuan pengemudi juga menjadi faktor penting. Menurutnya, jalur dengan tanjakan curam membutuhkan teknik mengemudi yang tepat agar kendaraan tetap dapat melaju dengan aman saat menghadapi kemacetan.

Baca juga  InfoEkonomi.ID Sukses Gelar Anugerah Penghargaan 5th Top Digital Corporate Brand Award 2024

“Masih ada pengendara yang mengalami kesulitan saat menanjak karena belum terbiasa berkendara di medan pegunungan. Dalam kondisi macet, kendaraan dapat mundur dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya,” jelasnya.

Pemerintah Desa Kuta juga mengingatkan wisatawan agar tidak memaksakan diri melintasi jalur alternatif apabila belum terbiasa berkendara di medan pegunungan. Pengendara diimbau menjaga jarak aman, menggunakan gigi rendah saat menanjak, serta memastikan sistem pengereman berfungsi dengan baik.

“Kami mengimbau seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, menggunakan gigi rendah saat menanjak, dan memastikan rem kendaraan berfungsi optimal agar terhindar dari kecelakaan,” tandasnya. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top