Kota Bogor

Dedie Rachim Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melantik pejabat pimpinan tinggi pratama serta sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (30/6/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Pupung W. Purnama resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bogor secara definitif. Sementara itu, Rudi Mashudi dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

Adapun Rudiyana yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), kini mengemban amanah sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Dedie Rachim menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat baru memiliki tantangan besar, sehingga diperlukan kerja nyata untuk menjawab berbagai harapan masyarakat.

Baca juga  OPINI: Filosofi Angka 3 di Taman Bacaan, Apa Artinya?

“Tantangannya sangat besar dan saya berharap banyak sama beliau-beliau. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat itu bisa terwujud,” ujar Dedie.

Khusus kepada Kasatpol PP yang baru, Dedie meminta agar penataan pedagang kaki lima (PKL) dan penegakan ketertiban umum menjadi perhatian utama. Menurutnya, pengalaman Pupung saat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP menjadi bekal penting untuk bekerja lebih optimal.

“Masyarakat punya harapan besar bagaimana penanganan PKL dan tata tertib, terutama di Alun-Alun, Sempur, Taman Heulang dan berbagai titik di Kota Bogor. Kemarin Pak Pupung sudah melaksanakan semacam magang sebagai Plt, tentu setelah itu bisa melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan kewenangan yang ada. Jadi tidak perlu ragu-ragu lagi,” tegasnya.

Baca juga  Kasus Gadai SK Satpol PP, Wali Kota : Rekomendasinya Pelanggaran Berat

Sementara, untuk Kepala DLH yang baru juga langsung dihadapkan pada agenda strategis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL). Pemerintah Kota Bogor menargetkan proyek tersebut memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking pada pertengahan Juli 2026.

Selain memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, DLH juga diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah sejak dari rumah melalui penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle).

“Bulan Juli ini, pertengahan, akan ada groundbreaking (PSEL) dan harus dikawal karena pembangunan ini memakan waktu satu setengah tahun. Selain itu, ada tugas berat pemilahan sampah dari hulu. Jadi bukan hanya mempersiapkan infrastruktur, tapi manusianya juga di rumah harus mulai melaksanakan reduce, recycle dan reuse,” tutupnya. [] Ricky

Baca juga  FPIK IPB University Latih Dosen Muda Jadi Pemimpin Masa Depan
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top