Tanpa Ambulans, Ibu di Puncak Bogor Bawa Anak Sakit ke RSCM Menggunakan Bus
BOGOR-KITA.com, CISARUA– Seorang ibu asal Kampung Babakan RT 003 RW 001, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengaku harus membawa anaknya yang menderita sejumlah penyakit serius ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, menggunakan angkutan umum karena tidak memperoleh fasilitas ambulans.
Windari Kurniasih mengatakan, anaknya mengalami demam tinggi disertai kejang pada dini hari sehingga membutuhkan penanganan medis. Menurutnya, pengobatan yang dibutuhkan hanya tersedia di RSCM sehingga ia tetap berangkat ke Jakarta menggunakan bus.
“Karena tidak ada ambulans, saya berangkat naik bus membawa anak ke RSCM,” ujar Windari, Minggu (28/6/2026).
Anaknya diketahui mengidap hidrosefalus, meningitis, cerebral palsy, gizi buruk, serta spina bifida. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani pengobatan dan kontrol rutin di RSCM.
Windari mengungkapkan, perjalanan menggunakan angkutan umum bukan kali pertama dilakukannya. Selama sekitar lima tahun terakhir, ia mengaku hampir selalu mengandalkan transportasi umum untuk membawa anaknya menjalani pengobatan.
“Sebagai ibu tunggal, perjuangan ini sangat berat. Tapi yang paling penting bagi saya adalah anak saya bisa mendapatkan pengobatan dan memiliki kesempatan untuk sembuh,” katanya.
Ia juga menceritakan keterbatasan ekonomi yang dihadapinya selama mendampingi sang anak menjalani perawatan di rumah sakit.
“Bahkan sering kali saya menahan lapar saat menjaga anak di RSCM. Saya hanya minum air putih karena uang yang saya bawa hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan anak saya sebagai pasien,” tuturnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Windari mengaku akan terus berupaya agar anaknya tetap memperoleh pengobatan.
“Dengan kondisi seperti sekarang, saya hanya bisa berikhtiar semampu saya. Yang terpenting anak saya tetap mendapatkan penanganan medis, meskipun untuk saat ini baru bisa mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Menurut dokter, proses penyembuhannya memang membutuhkan waktu yang panjang,” ungkapnya.
Selama lima tahun terakhir, Windari mendampingi anaknya menjalani pengobatan rutin di RSCM. Ia berharap kondisi kesehatan anaknya dapat terus membaik.
“Saya hanya bisa berikhtiar dan berusaha. Selebihnya saya pasrahkan kepada Allah SWT,” tutupnya. [] Danu
