DPRD Sebut Proyek Jalan Baru Batutulis Jadi Jawaban Keresahan Warga Bogor Selatan
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pembangunan jalan pengganti Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Kota Bogor, dipastikan akan segera dimulai pada pekan depan.
Kepastian tersebut menyusul rampungnya proses serah terima dokumen lapangan antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor dari Fraksi PAN, Hakanna, menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan pihak kontraktor terkait pelaksanaan proyek pembangunan jalan alternatif tersebut.
“Alhamdulillah saya tadi sudah berkomunikasi dengan pihak kontraktor. Informasinya, insyaallah minggu depan pembangunan mulai direalisasikan,” ujar Hakanna saat meninjau lokasi jalan pengganti di kawasan Batutulis, Rabu (13/5/2026).
Ia meminta masyarakat ikut mendukung jalannya pembangunan agar proses pengerjaan berjalan lancar dan situasi lingkungan tetap kondusif. Menurutnya, selama pengerjaan nanti akan ada aktivitas alat berat hingga mobilisasi material yang membutuhkan koordinasi bersama warga sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk saling mendukung agar kondisi lingkungan tetap kondusif. Karena nanti akan ada alat berat dan aktivitas teknis lainnya yang tentu membutuhkan koordinasi dengan wilayah,” katanya.
Hakanna menilai pembangunan jalan baru tersebut menjadi jawaban atas keresahan masyarakat di wilayah Bogor Selatan, khususnya warga Lawang Gintung dan Batutulis yang terdampak sejak penutupan Jalan Saleh Danasasmita.
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Bogor dan Dinas PUPR yang dinilai responsif dalam menangani kebutuhan akses jalan bagi masyarakat.
“Warga memang sudah lama menunggu. Prosesnya tentu tidak bisa instan karena harus melalui tahapan dan mekanisme yang sesuai aturan. Tapi alhamdulillah pemerintah bergerak cepat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hakanna juga menanggapi kekhawatiran sejumlah budayawan terkait dampak pembangunan terhadap situs sejarah di kawasan Batutulis. Menurutnya, konsep site plan proyek telah memperhatikan keberadaan situs bersejarah seperti bunker dan kawasan Sumur Tujuh agar tetap terjaga.
“Site plan yang saya lihat sudah cukup baik karena mengakomodasi keberadaan bunker maupun Sumur Tujuh, sehingga masyarakat dan para tokoh budaya tidak perlu khawatir,” jelasnya.
Ia berharap penataan kawasan Batutulis ke depan tidak hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga dapat mendukung pengembangan wisata sejarah di Kota Bogor.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah baik untuk pengembangan kota wisata dan pelestarian sejarah di Kota Bogor,” tandasnya.
Senada, Anggota Fraksi Aswaja DPRD Kota Bogor, Wisnu Ardiansyah, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akhirnya merealisasikan proyek tersebut setelah sempat beberapa kali tertunda.
Wisnu mengatakan pembangunan trase jalan baru ini sangat penting bagi masyarakat Bogor Selatan karena menjadi jalur utama aktivitas warga sehari-hari.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Kota Bogor dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang walaupun sempat tertunda beberapa kali, akhirnya hari ini kita bisa memulai tahapan pekerjaan pembangunan jalan trase Danasasmita,” kata Wisnu.
Menurutnya, proyek tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan menyangkut akses vital masyarakat. Jalan itu menjadi jalur penghubung bagi pekerja, pelajar hingga akses layanan kesehatan warga Bogor Selatan.
“Ini sebenarnya bukan sekadar pembangunan fisik, tapi lebih kepada nadi kehidupan masyarakat Bogor Selatan. Ini jalur akses pekerja, sekolah, termasuk kesehatan,” pungkasnya. [] Ricky
