Kota Bogor

Gerakan Indonesia ASRI Digelar di Situ Gede, 2 Ton Sampah Berhasil Diangkut

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Gerakan Aksi Nyata “Indonesia ASRI” di kawasan Situ Gede, Bogor Barat, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanganan darurat sampah nasional ini diwujudkan melalui aksi bersih-bersih massal dengan melibatkan ratusan elemen masyarakat, mulai dari aparat pemerintah, sektor swasta, komunitas, serikat buruh hingga pelajar.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim ekstrem.

“Kita berupaya menjaga alam supaya alam menjaga kita. Kalau kita menjaga alam, Allah menjaga kita. Presiden memerintahkan untuk membuat gerakan ‘bebersih’ yang diberi tajuk ASRI agar tempat tinggal kita memiliki risiko rendah terhadap bencana,” ujar Safrizal.

Baca juga  Tahun Ajaran Baru, Penerimaan Siswa ABK di Sekolah Inklusif Berdasarkan Domisili

Safrizal juga merefleksikan pengalamannya saat menangani bencana di Sumatera dan Aceh, di mana curah hujan ekstrem mencapai 400 milimeter hingga memicu mega disaster.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana tertinggi ketiga di dunia sehingga langkah preventif seperti menanam pohon dan pengelolaan sampah harus terus digencarkan.

“Ayo kita mulai menanam pohon. Paling tidak seumur hidup pernah menanam satu kali dan pastikan itu tumbuh. Ini adalah investasi pahala sekaligus langkah konkret menjaga ekosistem kita,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pol PP dan Linmas, Sri Handoko Taruna, menyebut peran Satpol PP kini terus bertransformasi menjadi mitra masyarakat yang humanis dan aktif dalam menjaga lingkungan.

“Harapannya gerakan ini menjadi gerakan masif lintas sektor. Tujuannya adalah agar masyarakat merasakan kenyamanan yang nyata; lingkungannya bersih, sehat, dan enak dilihat. Itulah esensi dari ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” ungkap Sri Handoko.

Baca juga  Pesona Indonesia Timur, Wali Kota Menari Tari Yospan

Gerakan “Indonesia ASRI” juga menargetkan penghentian praktik open dumping dan mendorong transisi menuju sistem sanitary landfill serta pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro di tingkat kelurahan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia memaparkan sejumlah langkah strategis Pemkot Bogor dalam menangani timbulan sampah yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

Dedie mengatakan, Pemkot Bogor tengah memproses pembangunan dua titik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), salah satunya berada di lahan milik pemerintah daerah yang akan dikerjasamakan dengan TNI AD.

“Alhamdulillah, jika dua titik ini disetujui pusat, maka penanganan sampah harian hingga 2.500 ton akan lebih terarah. Kami juga sudah menertibkan 65 titik polusi visual berupa baliho dan videotron yang menyalahi aturan untuk mengembalikan estetika kota,’ papar Dedie.

Baca juga  Warga Kota Bogor Puas atas Kepemimpinan Bima – Dedie

Ia juga menyoroti persoalan sampah kiriman dari wilayah hulu sungai serta anomali cuaca yang berdampak terhadap ketahanan pangan lokal.

“Sesuai filosofi ‘Dinu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga’, apa yang kita tanam hari ini adalah kebaikan untuk masa depan. Kami juga mengajak generasi muda, seperti adik-adik dari SMPN 14, untuk mulai sadar lingkungan sejak dini,” tegasnya.

Aksi bersih-bersih yang berlangsung sejak pagi tersebut berhasil mengumpulkan sedikitnya 2 ton sampah dari kawasan Situ Gede. Sampah kemudian diangkut untuk dikelola lebih lanjut guna menjaga kawasan wisata ikonik di Bogor Barat itu tetap bersih, asri, dan nyaman bagi pengunjung. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top