Kota Bogor

Cara Jitu Kelurahan Kebon Kalapa Tekan Anak Putus Sekolah

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, memiliki langkah tersendiri untuk menekan angka putus sekolah di wilayahnya. Salah satunya dengan mengarahkan anak-anak yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Lurah Kebon Kalapa, Supyawan, mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sebanyak 57 anak di wilayahnya mengalami putus sekolah. Meski demikian, pihak kelurahan terus berupaya melakukan edukasi agar jumlah tersebut tidak bertambah.

“Alhamdulillah, di Kelurahan Kebon Kalapa anak-anak putus sekolah sudah kami edukasi dan diarahkan ke PKBM yang ada di wilayah kami,” ujar Supyawan kepada wartawan pada Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, pihak kelurahan secara aktif mendata warga yang putus sekolah dan memberikan pendampingan agar mereka dapat kembali mengenyam pendidikan melalui jalur nonformal. Salah satu PKBM yang menjadi rujukan adalah PKBM Pelangi.

Baca juga  252 KPM di Kelurahan Tajur Terima Bantuan Rp300 Ribu Kemensos RI

Menurutnya, program PKBM terbuka untuk berbagai usia dengan persyaratan yang relatif fleksibel. Warga yang belum memiliki ijazah tetap dapat mendaftar dengan melengkapi dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, atau akta kelahiran.

“Kalau ingin Paket A tidak harus punya ijazah sebelumnya, cukup identitas dasar. Untuk Paket B harus punya ijazah SD, dan Paket C harus punya ijazah SMP atau Paket B. Semua kami fasilitasi sesuai kewenangan,” jelasnya.

Terkait penyebab putus sekolah, Supyawan menyebutkan ada berbagai faktor, mulai dari kurangnya minat belajar hingga tuntutan ekonomi yang membuat anak memilih bekerja.

“Faktornya macam-macam, ada yang memang tidak mau sekolah, ada juga yang memilih bekerja. Tapi tetap kami edukasi agar mereka mau melanjutkan pendidikan,” katanya.

Baca juga  Posraya Indonesia Tim 7 Jokowi Bogor Raya: Pilkada 2024 Kita Dukung Pemimpin Yang Bisa Nyambung Dengan Program Pusat

Dari data terbaru, sekitar setengah dari anak yang putus sekolah telah berhasil diedukasi dan diarahkan kembali ke jalur pendidikan. Sementara sisanya masih menghadapi berbagai kendala, termasuk penolakan dan perpindahan tempat tinggal.

“Sebagian sudah kami edukasi, tapi ada juga yang belum mau, bahkan ada yang pindah. Insyaallah kami terus upayakan agar semuanya bisa tertangani,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top