Kota Bogor

Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Rancamaya

Peninjauan Lapangan Calon Lokasi Sekolah Rakyat oleh Sekjen Kemensos dan KemenPU RI

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos), Robben Rico, meninjau lahan calon lokasi Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dalam peninjauan tersebut, turut dilakukan pengecekan kontur tanah di area yang memiliki luas kurang lebih 5 hektare.

Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, berharap Sekolah Rakyat Kota Bogor dapat segera terwujud serta dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bogor.

“Alhamdulillah hari ini Pak Sekjen meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat Kota Bogor. Saya didampingi dinas teknis dan secara teknis sudah berbincang-bincang. Alhamdulillah sudah ada solusi terkait rencana pembangunannya,” kata Denny Mulyadi.

Baca juga  Corona Kota Bogor: Positif 85, Sembuh 70, Meninggal Nihil

Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, mengungkapkan bahwa peninjauan tersebut merupakan langkah awal. Menurutnya, bulan Juni akan dimulai proses lelangnya.

“Hari ini kita memulai langkah awal. Kita melihat, kemudian memulai proses kajian dan menyiapkan perencanaannya. Insyaallah paling lambat Bulan Juni sudah mulai proses lelang, bahkan memulai pekerjaan pertamanya,” jelas Robben, Selasa (20/1/2026).

Dalam enam bulan ke depan, Kemensos, Kementerian PU, dan Pemkot Bogor, ditegaskan Robben, akan memaksimalkan agar tahun depan, tepatnya Bulan Juli, sekolah tersebut sudah bisa digunakan oleh anak-anak Kota Bogor yang saat ini bersekolah di Cibinong.

Selain itu, Robben menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian PU. Adapun daya tampung Sekolah Rakyat Kota Bogor minimal 1.000 hingga 1.080 siswa.

Baca juga  Perumda Tirta Pakuan Lakukan Perbaikan Selama 12 Jam, Pelanggan di Lokasi Ini Siap-siap Tampung Air

Lebih lanjut, Robben menjelaskan bahwa fasilitas yang akan disediakan berupa asrama, ruang kelas, laboratorium, tempat ibadah, lapangan, gedung serbaguna, serta asrama bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta fasilitas lainnya.

“Karena ini bentuknya sekolah boarding. Artinya selama 24 jam proses kehidupan Sekolah Rakyat ini seluruhnya tertampung di sekolah ini. Tidak pulang setiap hari, tetapi menginap di Sekolah Rakyat,” jelas Robben.

Konsep Sekolah Rakyat yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto, kata Robben, selain pembentukan karakter yang meliputi kedisiplinan, akhlak, kebangsaan, dan keagamaan, juga akan diberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi siswa.

“Tentunya keterampilan yang tidak asal dan bersertifikasi,” tutup Robben Rico. [] Hari

Baca juga  YTB Awardee Diberi Pembekalan Jelang Keberangkatan ke Turkiye
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top