Nasional

81.000 Pesan Facebook Diretas, Pakar Sarankan Pengguna Ganti Kata Sandi

BOGOR-KITA.com – Peretas mengklaim telah mencuri koleksi pesan pribadi dari 81.000 akun Facebook baru-baru ini. Mereka menjual data sebesar 10 sen atau sekitar Rp 1.500 per akun. Pesan – pesan itu kemungkinan diretas melalui ekstensi browser berbahaya. Temuan itu dilaporkan setelah penyelidikan yang dilakukan oleh BBC.

Demikian laporan Newsweek edisi Jumat (2/11/2018) berjudul, “FACEBOOK PRIVATE MESSAGES STOLEN? HACK OF 81,000 ACCOUNTS FOR SALE BLAMED ON ‘MALICIOUS BROWSER EXTENSIONS’.”

Namun Facebook membantah keamanannya kecolongan, mengenai data itu kemungkinan terkait dengan ekstensi peramban berbahaya.

BBC melaporkan, para peretas mengaku memiliki akses ke 120 juta akun dalam sebuah iklan yang sejak itu telah dihapus dari web. Perusahaan Cybersecurity Digital Shadows mampu mengkonfirmasi sampel sekitar 81.000 akun yang memang berisi pesan-pesan pribadi.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke Newsweek, eksekutif Facebook Guy Rosen mengatakan, berdasarkan penyelidikan kami sejauh ini, kami percaya informasi ini diperoleh melalui ekstensi peramban berbahaya yang dipasang dari Facebook.

“Kami juga telah menghubungi penegak hukum dan telah bekerja dengan pihak berwenang setempat untuk menghapus situs web yang menampilkan informasi dari akun Facebook,” tambahnya. Kami mendorong orang untuk memeriksa ekstensi peramban yang telah mereka pasang dan menghapus apa pun yang tidak sepenuhnya mereka percayai.

Beberapa pakar keamanan siber meragukan klaim peretas.

Baca juga  Awas, Aksi Hacker Merusak Konten Website Lemah

“Pada pandangan pertama tampak meragukan,” jelas Ilia Kolochenko, CEO perusahaan web High-Tech Bridge dalam sebuah pernyataan melalui email, ia menambahkan, “81.000 akun adalah jumlah yang sangat kecil untuk Facebook, dan saya tidak akan terkejut jika akun-akun ini datang dari serangan penggunaan ulang sandi skala besar.

2018 merupakan masa yang sulit bagi Facebook. Ini telah menjadi pusat serangkaian skandal keamanan dan politik yang tidak diinginkan atau tidak dapat diatasi untuk kepuasan para penggunanya.

Menurut survei Pew Research Center, mengatakan bahwa seperempat orang Amerika telah menghapus aplikasi Facebook selama setahun terakhir, dan banyak lagi yang menggunakan layanan tersebut kurang atau mengubah pengaturan privasi mereka.

Ia menyarankan semua pengguna Facebook mungkin harus mempertimbangkan untuk mengubah kata sandi mereka sebagai tindakan pencegahan. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 5

Terpopuler

To Top