Market Place

Market Place untuk Komunitas, Mal Online untuk Semua

BOGOR-KITA.com – Kia Motors Corp, produsen mobil terbesar kedua di Korea Selatan, hari ini, Senin (5/11/2018) meluncurkan aplikasi mobil yang diklaim dapat meningkatkan layanan terhadap pelanggan.

Dikutip dari Yonhap, Senin, aplikasi yang diberi nama VIK itu memungkinkan para penggunanya mengetahui harga kendaraan Kia, melakukan uji coba kendaraan yang dipertimbangkan untuk dibeli, mencari catatan perbaikan, pemeliharaan kendaraan hingga melelang mobil bekas.

Mengapa Kia motors meluncurkan aplikasi? Bukankah perusahaan besar itu sudah punya outlet atau toko mobil yang tersebar di seluruh penjuru dunia? Bukankah produk mobil Kia Motors bisa dibeli melalui mal online? Mengapa mesti membuat aplikasi lagi?

Inilah kehebatan aplikasi. Aplikasi melahirkan apa yang disebut  market place. Market place adalah sebuah lokasi jual beli produk di mana penjual dan pembeli bertemu di suatu tempat di internet di smartphone.

Penjual dapat menjual produknya di lapak yang sudah disediakan oleh e-commerce dengan konsep marketplace. Barang yang dijual di marketplace dapat diketahui oleh calon pembeli apabila mendaftarkan diri menjadi anggota dengan cara mendownload aplikasi dimaksud.

Apa beda market place dan mal online?

Market place mempertemukan antara banyak pedagang dengan banyak pembeli, sedang mal online hanya mempertemukan satu pedagang dengan banyak pembeli.

Market place menjadi sebuah produk e-commerce yang berpotensi tumbuh bekembang dengan cepat, terutama market place yang dibatasi pada komunitas tertentu.

Seperti aplikasi Kia Motors, aplikasinya mungkin tidak akan diunduh oleh orang yang tidak terbiasa atau tidak menggemari mobil Kia. Sebaliknya, orang suka dengan mobil Kia  cenderung mengunduh aplikasinya, karena dengan demikian bisa memantau perkembangan mobil Kia dan juga bisa melakukan jual beli antara sesama penggemar mobil Kia.

Sedemikian rupa, berbeda dengan mal online, market place merupakan aplikasi yang pada umumnya diciptakan untuk kelompok komunitas tertentu yang memiliki kepentingan sama.

Belum ditemukan data berapa banyak aplikasi yang sudah diciptakan saat ini. Namun, dapat dipastikan jumah aplikasi yang akan diciptakan akan  sangat banyak. Setiap komunitas masyarakat yang memiliki kepentingan sama, cenderung akan membuat sebuah aplikasi yang dengan sendirinya memunculkan sebuah market place.

Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil misalnya sudah mencetuskan akan menciptakan aplikasi untuk petani. Melalui aplikasi itu antara petani kunsumen hasil tani Jawa Barat atau orang yang berkepentingan petani dan dengan hasil tani Jawa barat akan terbentuk sebuah pasar di internet yang disebut dengan market place tadi.

Dalam market place itu, petani bisa menjajakan hasil taninya dengan mudah di aplikasi yang diciptakan dan langsung bisa diakses oleh konsumen atau orang yang berkepentingan dengan hasil tani petani.

Aplikasi yang diciptakan mungkin akan lebih spesifik. Petani ikan lele misalnya mungkin akan membuat aplikasi sendiri yang anggotanya terdiri dari petani ikan lele, pedagang ikan lele, dan warung pecel lele.

Demikian juga petani ikan hias, misalnya akan membuat aplikasi ikan hias yang angotanya terdiri dari petani ikan hias, pedagang ikan hias, dan pembeli ikan hias.

Sedemikian rupa, ada ribuan aplikasi yang mungkin akan muncul yang semuanya menjadi market place bagi suatu kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan sama atau yang cenderung sama.

Bagaimana bertransaksi dalam market place? Dalam aplikasi itu biasanya sudah termasuk keterlibatan pihak tertentu yang menyediakan fasilitas e-payment yang aman, biasanya dari sebuah bank tertentu.

Demikian juga dalam hal pengantaran barang, sebuah aplikasi pada umumnya sudah dilengkapi dengan perusahaan delivery. Sehingga setiap transaksi langsung bisa diantar oleh perusahaan delivery yang sudah dikerjasamakan sebelumnya.

Apa keuntungan bertransaksi di market place? Kualitas barang lebih terjamin, karena  pengelola aplikasi biasanya membuat syarat barang yang bisa dijual di market place.

Selain itu, pembeli cukup duduk manis di tempat, barang akan datang setelah dibeli di market place.

Harga biasanya juga lebih murah, karena pedagang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa toko atau kios di pasar. [] Petrus Barus



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *