Usmar : Pagelaran Seni Budaya Kabogoran Lestarikan Budaya Lokal

BOGOR-KITA.com – Sumbangsih seni budaya yang telah membentuk karakter masyarakat Kota Bogor hingga saat ini adalah sumbangan terbesar sehingga bisa membuahkan hasil seperti yang dirasakan saat ini

Hal itu diutarakan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman saat membuka acara Pagelaran Seni Budaya Kabogoran 2017 di ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Sabtu (29/4/2017).

“Di pemerintahan, kami meyakini sepenuhnya energi yang kami miliki tidak akan mampu membangun Kota Bogor tanpa warisan-warisan yang baik dari para pendahulu kita,” kata Usmar.

Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) itu mengaku merasa tersentuh atas perhatian yang diberikan pihak-pihak yang masih peduli dengan keberadaan seni budaya asli Kota Bogor ditengah kurangnya intensitas komunitas-komunitas yang ada di Kota Bogor untuk membangkitkan seni
budayanya sendiri.

“Inilah pesan moral yang coba disampaikan dan saya langsung tangkap,” sebut Usmar.

Untuk lebih melestarikan seni budaya lokal Kota Bogor ia menyampaikan DK3B sedang merumuskan satu ide atau gagasan besar yang akan diwujudkan dalam satu pementasan besar berskala internasional yang melibatkan sanggar dan padepokan kesenian yang ada.

“Rencananya pementasan ini akan digelar pada Desember 2017 dan Insya Allah ini akan menjadi festival penutup setiap tahunnya dan juga akan menambah khasanah festival kesenian dan kebudayaan yang sudah ada sebelumnya. Semua ini demi anak cucu kita kedepannya agar mereka mengetahui nilai-nilai dan filosofi budaya lokal Bogor yang sesuai dengan motto Kota Bogor,” katanya.

Dia berharap rencana tersebut dapat terealisasi. Sebab, dengan kembali ke nilai-nilai luhur kesundaan dan peradaban ketimuran senantiasa mampu menjaga dan melestarikan kehidupan bangsa serta menjadi bingkai pemersatu bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Ketua Panitia Roki Subur mengungkapkan, pagelaran ini berangkat dari rasa prihatin akan banyaknya generasi muda Kota Bogor yang lebih menggandrungi budaya luar.

“Dari 40 padepokan yang terdata, hanya sebagian yang akan menyuguhkan atraksinya, disamping sanggar-sanggar kesenian yang turut mengisi acara ini,” terang Kang Riko sapaan akrabnya.

Wakil Ketua IPSI Jawa Barat Helmi Sutikno yang hadir menyampaikan apresiasinya karena dengan menyampaikan kebudayaan mempengaruhi kebesaran suatu negara.

Pagelaran Seni Budaya Kabogoran 2017 diawali prosesi mapag para inohong yang dilanjutkan dengan rangkaian upacara dan suguhan atraksi kesenian khas sunda, pada kesempatan itu tidak ketinggalan ditayangkan pula film dokumenter pemasangan Kujang di Tugu Kujang oleh (Alm) Suhada yang pada acara tersebut diwakili oleh Istri dan putranya. [] Admin




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *