Bio Farma

Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Tersedia Mulai Pertengahan 2021

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan akan memproduksi vaksin Covid-19 mulai pertengahan 2021 mendatang. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri karena adanya kekhawatiran tentang distribusi global vaksin yang diproduksi negara asing tak merata.

Pertimbangan lain membuat vaksin Corona-19 made in Indonesia, karena hasil vaksin yang dibuat harus cocok untuk penduduk Indonesia dengan harga yang terjangkau.

Hal ini diungkapkan Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi Ali Ghufron Mukti, pada pembahasan penanggulangan Covid-19 melalui webinar, Sabtu (4/7/2020).

“Jadi akan dikembangkan oleh Indonesia, dari Indonesia, untuk Indonesia,” kata Ali Ghufron Mukti seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden. Menurut Ghufron, vaksin yang dikembangkan konsorsium nasional saat ini terus mengalami kemajuan.

Konsorsium yang dibentuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional itu, mengembangkan vaksin dengan metode protein rekombinan menggunakan strain Covid-19 yang berasal dari Indonesia. Metode ini dipilih karena Indonesia sudah cukup lama memiliki teknologinya.

Ghufron menjelaskan, perusahaan milik negara Bio Farma sudah bekerja sama dengan perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech untuk mengembangkan vaksin. Selain itu, perusahaan farmasi Kalbe Farma dan perusahaan bioteknologi Korea Selatan Genexine juga bekerja sama untuk memproduksi vaksin.

“Prediksi ketersediaan memperkirakan proses preclinical trial vaksin baru akan dimulai pada akhir 2020. Dan jika diperlukan perpanjangan waktu, mungkin dilanjutkan preclinical trial pada awal 2021,” terang Ghufron.

Ghufron juga memprediksi vaksin baru bisa diproduksi massal dan tersedia bagi masyarakat pada pertengahan tahun depan. “Hasilnya (tersedia) untuk masyarakat kita pada pertengahan 2021,” kata Ghufron.

Menurut pihaknya, proses pengembangan vaksin ini sudah terhitung cepat, karena biasanya butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan suatu vaksin. “Tapi karena situasi krisis, maka Kemenristek bekerja sama dengan berbagai lembaga berupaya mempercepat proses pengembangan vaksin ini,” tutur Ghufron.

Nantinya proses pemberian vaksin juga tak bisa dilakukan sekaligus. Butuh waktu setidaknya setahun untuk melakukan vaksin terhadap penduduk yang membutuhkan. “Setidaknya kita perlu satu tahun untuk memvaksinasi semua orang itu,” kata Ghufron. [] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *