UPT dan Kepsek SDN Kamulyaan Ciseeng, Bohongi Rivaldi

Ilustrasi

BOGOR-KITA.com – Janji Kepala Unit Pelayanan Teknik (UPT) Pendidikan Kecamatan Ciseeng dan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemulyaan Putat Nutug, membawa Muhammad Rivaldi (7), yang menderita penyakit congek ke doktor spesialis telinga hidung tenggorokam (THT) tak kunjung terealisasi.

Diakui Muhamad Aceng (54), kakek Rivaldi, janji yang terlontar usai melakukan pertemuan dengan sejumlah guru dan Kepala UPT Pendidikan di Gedung PGRI seminggu yang lalu di hadapan sejumah wartawan dari media lokal Bogor itu, tak tertepati.

“Secara pribadi saya kecewa, karena sampai saat ini Rivaldi cuma dibawa ke puskesmas. Itu pun, baru satu kali, dan katanya harus menunggu dulu sampai tiga kali,” keluhnya saat ditemui PAKAR di rumahnya, Jumat (7/11).

Lelaki yang bekerja sebagai buruh serabutan ini juga menuturkan, dirinya tidak bermaksud meminta-minta, tapi sekadar menagih janji yang telah dibuat oleh mereka itu.

“Saat saya merasa tak terima dengan perlakuan tak terpuji oknum pendidik, mereka sangat responsif. guru,kepala sekolah dan yang lain ikut menangani. saat itu juga mereka berjanji membantu pengobatan cucu saya,” terangnya.

Aceng menuturkan, beberapa waktu lalu rumahnya bahkan dikunjungi Camat Ciseeng. “Pak camat menanyakan duduk masalahnya, juga membantu membuatkan surat keterangan keluarga pra sejahtera dari desa untuk berobat ke rumah sakit,” ujarnya

Sementara, Kepala UPT Pendidikan Ciseeng  Nurahmat, yang dihubungi PAKAR terkait hal tersebut, mengaku telah melakukan penanganan terhadap Rivaldi. “Sudah ditangani. sekarang kerjasama dengan camat, Kepala Puskesmas, Kepala UPT dalam penanganan Ananda Rifaldi,” ujarnya via pesan singkat.

Wanita yang akrab dipanggil Nur ini juga mengungkapkan, pasca terkuaknya kejadian tersebut, secara internal pihaknya juga telah melakukan pembinaan.  “Sudah dilakukan pembinaan terhadap Kepala Sekolah dan Guru kelas 1 dan 2 SD. Sudah empat puluh lima orang yang mendapat pembinaan. waktu itu pelaksanaanya tanggal 6 dan 7 November di Gedung PGRI,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Rivaldi (7), murid kelas I Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kamulyaan di Desa Putat Nutut, Kecamatan Ciseeng harus terusir keluar klas tidak bisa mengikuti pelajaran karena sang guru merasa terganggu dengan penyakit infeksi telinga yang dideritanya menebarkan rasa bau dalam kelas.

Kontan hal itu membuat sang kakek, Muhamad Aceng (54) geram bukan kepalang. Aceng pun nekat mendatangi sekolah dan langsung menanyakan alasan dibalik ‘pengusiran’ cucunya tersebut kepada sang guru.  [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *