Rumah-rumah akan ditata dari membelakangi menjadi menghadap Ciliwung, sehingga indah. Kemudian di pinggir Ciliwung akan dibangun pedestrian dan jogging trek sehingga jadi lebih menarik lagi sebagai bagian dari konsep pembangunan Kampung Tematik,.

Tata Ciliwung, Kementerian PUPR Kucurkan Rp41 Miliar  untuk Pemkot Bogor

BOGOR-KITA.com – Tahun anggaran 2019 mendatang Kota Bogor akan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp41 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menata kawasan Ciliwung, mulai dari Pulo Geulis hingga kawasan Sempur.

“Ini untuk penataan bantaran sungai, termasuk IPAL komunal, pengelolaan sampah dan jalannya. Sekarang lagi dibuat desainnya dulu, kemungkinan besar Bogor akan mendapatkan dananya,” kata Bima seusai kegiatan temu Investor 2018 di Gedung Technosat IPB Baranangsiang, Kamis (29/11/2018).

Rencananya rumah warga sepanjang kawasan tersebut akan diatur untuk menghadap ke sungai sehingga terlihat indah, kemudian di pinggir Sungai Ciliwung akan dibangun pedestrian dan jogging trek sehingga jadi lebih menarik lagi. ” Itu adalah bagian dari konsep pembangunan Kampung Tematik,” katanya.

Kepada semua dinas ia meminta untuk membuka dan memaparkan semua rencana pembangunan Kota Bogor ke depan melalui website dan aplikasi. Bagi para investor yang ingin mengetahui perkembangan dan tata ruang Kota Bogor bisa langsung mengakses ke aplikasi Sistem Informasi Perencanaan Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang (SIMTARU) Kota Bogor.

Mengenai sistem pelayanan perizinan di Kota Bogor ia menyampaikan apresiasinya karena berhasil masuk dalam TOP 99 Inovasi di Indonesia. Pemkot Bogor juga terus berikhtiar membangun birokrasi yang transparan, sederhana dan memudahkan serta selalu siap berkolaborasi, berkreasi dan berinovasi.

”Saya berharap betul kolaborasi konsorium ini bisa memangkas birokrasi dan memberi kemudahan bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik sehingga Kota Bogor bisa mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Pemkot Bogor berikhtiar menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang berbasiskan pada jasa dan wisata. Karena itu program utamanya adalah membangun infrastruktur sehingga memudahkan hal tersebut, transportasi dibenahi, tata kota diatur zonasi dan sebagainya, bahkan ada beberapa hal yang akan diikhtiarkan untuk mulai mendorong jasa dan wisata ke arah yang lebih baik melalui pembenahan kota, contohnya penataan kawasan Suryakencana dengan target pembenahan secara total sehingga “hidup” dan lebih cantik serta produktif guna menghidupkan ekonomi di kawasan tersebut.

“Kondisi sebelumnya kawasan Suryakencana “mati” karena dikuasai PKL malam sampai subuh. Dengan pembenahan saat ini kita berharap kawasan itu “hidup” dan kedepan memberikan dampak bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor,” terangnya.

Tak hanya itu, Kampung Tematik yang akan dibangun diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas sehingga UMKM tumbuh, warga bergairah dan berdaya hingga akhirnya yang terjadi adalah cash in hand atau langsung membayar. “Contohnya seperti kampung tematik di Kota Surabaya yang pada akhirnya untuk kesejahteraan warga,” katanya. [] Admin/Humpro Kota Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *