Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata Arief Yahya hadir dalam Media Gathering yang digelar oleh Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat di Pantai Indah Timur Resort, Kabupaten Pangandaran, Rabu (28/11/18).

Ini Strategi Ridwan Kamil Jadikan Jabar Provinsi Pariwisata

BOGOR-KITA.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan strategi membuat dunia pariwisata sebagai unggulan di Jawa Barat. Strategi tersebut dikemukakan Ridwan Kamil dalam Media Gathering yang digelar oleh Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat di Pantai Indah Timur Resort, Kabupaten Pangandaran, Rabu (28/11/18).

Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya turut hadir dalam acara tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin menjadikan Jabar sebagai Provinsi Pariwisata,

“Keunggulan Provinsi Jawa Barat adalah pariwisata. Namun, Jawa Barat ini kurang dipoles. Lima tahun saya akan poles batu kakik permata (Jawa Barat) itu jadi berkilau,” lanjutnya.

Lalu apa strategi Ridwan Kamil?

Strategi tersebut di antaranya membagi pariwisata menjadi tiga tipe. Pariwisata Tipe 1, yaitu memperbaiki eksisting destinasi yang kurang maksimal. Pariwisata Tipe 2, membuat destinasi wisata baru di 27 kabupaten/kota. Untuk hal ini, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil akan menggelontorkan anggaran Rp 30-40 miliar untuk setiap kabupaten/kota.

Untuk Pariwisata Tipe 3, Pemda Provinsi Jawa Barat akan menyiapkan kluster khusus untuk dijadikan kawasan pariwisata melalui KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Ada dua KEK yang sudah disiapkan hingga saat ini, yaitu KEK Pangandaran dan KEK Cikidang, Sukabumi.

“Strategi kita adalah meng-goal-kan Pangandaran sebagai KEK di bulan Maret 2019,” tegas Emil.

Pemerintah Pusat telah menetapkan 10 “Bali Baru” sebagai destinasi unggulan nasional. Namun sayang, tidak ada satu pun destinasi asal Jawa Barat masuk dalam daftar tersebut. Kesepuluh destinasi tersebut, diantaranya: Tanjung Kelayang, Belitung; Danau Toba, Sumatera Utara; Tanjung Lesung, Banten; Kepulauan Seribu, Jakarta; Borobudur, Jawa Tengah; Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Wakatobi, Sulawesi Tengggara; dan Morotai, Maluku Utara.

Untuk itu, meskipun destinasi di Jabar tidak masuk daftar 10 “Bali Baru”, Emil mendorong Pemerintah Pusat agar Jawa Barat memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Saya sedih ketika tidak ada destinasi di Jawa Barat yang masuk dalam 10 destinasi itu (Bali Baru). Maka saya dorong agar di Jawa Barat ini ada Kawasan Ekonomi Khusus,” katanya.

Untuk menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka tiga A sebagai prasyaratnya tentu harus pula berkelas dunia. Tiga A tersebut diantaranya Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas.

Sementara Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya mengatakan, kalau ingin menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka Tiga A-nya harus kelas dunia.

Arief menjelaskan, Atraksi meliputi destinasi wisata berupa wisata alam, budaya, dan buatan yang menarik. Aksesibilitas, yaitu infrastruktur menuju kawasan wisata dan infrastruktur pendukung destinasi wisata, seperti bandara kelas internasional. A ketiga, yakni Amenitas, seperti fasilitas umum bintang lima mulai dari hotel, restoran, toko cinderamata, taman hingga fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya. [] Admin/Sumber:Humas Jabar



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *