Selain PT FS, Komisi I Panggil PT Sentul City

DPRD Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com – Sengketa lahan antara Warga Kampung Bojong Gaok, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang dengan PT Sentul City, mendapat perhatian serius Komisi I DPRD Kabupaten Bogor. Guna menyelesaikan permasalahan tersebut, anggota legislatif itu menyatakan akan segera memanggil pengembang perumahaan elite tersebut dalam waktu dekat.

Kepastian pemanggilan itu dikemukakan oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo kepada PAKAR di Cibinong, Minggu (18/1). “Ada dua pengembang yang akan kita panggil. Pertama PT Ferry Sonneville terkait dengan ketidakjelasan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum di Gunung Putri yang belum diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, dan PT  Sentul City, terkait dengan sengketa lahan dengan warga Kampung Bojong Gaok,” kata Kukuh.

Sebenarnya, pemanggilan PT Sentu City bersamaan dengan jadwal pemanggilan PT FS, yaitu, Kamis (15/1). Tapi, keduanya berhalangan. Namun, menurut Kukuh, khusus pemanggilan PT Sentul City, DPRD sudah memperoleh konfirmasi dan diagendakan dalam waktu dekat ini juga.

Tak Serumit PT Ferry Sonneville

Dikatakan Kukuh, pemanggilan terhadap PT Sentul City terkait munculnya dua sengketa lahan warga. Kedua sengketa itu adalah, yang pertama sengketa lahan seluas 40 hektar yang dikuasai masih dimiliki warga, sedang sengketa lahan yang satunya lagi terkait lahan seluas 12 hektar yang diklaim warga sebagai lahan milik adat tetapi sudah digarap oleh PT Sentul City.

Kukuh mengemukakan pihaknya belum mengetahuinya secara jelas dan rinci lahan yang disengketakan antara warga dan PT Sentul City. “Kami juga belum pegang data otentiknya, termasuk lokasi pasti lahan yang disengketakan,” ujar Kukuh.

Meski demikian, politisi dari Partai Gerinda ini menilai, sengketa lahan antara PT  Sentul City dengan warga diyakini tidak akan serumit PT Ferry Sonneville.

“Setidaknya, dari sejumlah berita yang di media dan laporan langsung warga, kami piker, sengketa warga dengan P{T Sentul City  tak sulit. Tapi meski begitu, demi kenyamanan warga dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di wilayah, kami akan tetap memanggil PT Sentul City dan semua pihak yang terkait,” paparnya.

Sementara jadwal pemanggilan PT PT Ferry Sonneville, menurut Kukuh, akan segera dibicarakan. “Yang jelas, DPRD dan pemkab tak ingin masalah ini berlarut-larut. Karena itu, dalam waktu dekat kita jadwalkan pemanggilan kepada kedua pengembang,” katanya.

Dalam catatan PAKAR, Sengketa lahan antara warga dengan PT Sentul City ini sudah diselesaikan dengan mediasi yang diprakarsai oleh Muspika Babakan Madang dengan melibatkan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor pada 16 September 2014 lalu. Pertemuan ini digelar seiring dengan adanya aksi penghentian paksa sejumlah alat berat milik PT Sentul City, yang tengah beroperasi di lokasi sengketa tersebut oleh ratusan warga Kampung Bojong Gaok, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang

Sengketa tersebut akhirnya dilaporkan ke BPN Kabupaten Bogor, dan sampai kini masih dalam penanganan BPN Kabupaten Bogor. Kepala Desa Bojong Koneng, Agus Syamsuddin, saat dihubungi PAKAR, Minggu (18/1) membenarkan kasus itu masih dalam penanganan BPN Kabupaten Bogor. Agus Syamsuddin berharap BPN secepatnya menyelesaikan kasus ini. Sebab, jika dibiarkan berlama-lama tanpa adanya keputusan yang pasti, berpotensi menyulut keributan lagi.

“Yang jelas, warga tetap mengacu kepada peta desa, karena lahan itu murni terdata dalam peta Desa Bojong Koneng, sehingga masyarakat akan tetap mempertahankan,”terang Agus.

Sedangkan, Perwakilan PT Sentul City,  Bambang, enggan berkomentar banyak. “Saya tidak ada kewenangan untuk mengeluarkan pernyataan, kita ikuti proses yang ada,” tandasnya singkat. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *