Nasional

Sejumlah Negara Kembali Lockdown, Indonesia Siapkan 3 Langkah Cegah Lonjakan Kasus

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Sejumlah negara kembali melakukan lockdown, belakangan Jerman.  Hal ini karena terjadinya lonjakan kasus, dan menghadapi ancaman gelombang ketiga pandemi Covid-19 atau third wave. Indonesia mengambil langkah berbeda.

“Indonesia saat ini berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengalami lonjakan dengan melakukan berbagai upaya,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta Selasa (5/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam keterangannya, Prof Wiku menyebut 3 langkah antisipasi.

Pertama, pembuatan pedoman rekayasa pelayanan kesehatan jika terjadi lonjakan kasus dan menyesuaikan besaran kenaikan kasus.

Kedua, koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 mulai dari tingkat nasional sampai tingkat kelurahan/desa untuk mendukung upaya perubahan perilaku disiplin protokol kesehatan.

Baca juga  Sergey Pushniakov Rekrutan Anyar Persikabo 1973

“Ini sampai ke tingkat mikro, dengan menggunakan sistem pelaporan perubahan perilaku untuk menghasilkan data yang realtime supaya dapat dilakukan tindakan dengan cepat,” ujarnya.

Ketiga, pembatasan mobilitas di dalam negeri dan luar negeri untuk mencegah imported case. Pencegahan mulai dari daerah atau negara dengan kasus varian baru. Pembatasan ini dilakukan melalui Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 3 Tahun 2020 dan No. 4 Tahun 2020.

Namun demikian, Prof Wiku mengatakan, upaya pemerintah ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi dari masyarakat. Sehingga masyarakat diminta kerjasamanya untuk disiplin mematuhi peraturan yang dibuat. Karena kepatuhan adalah modal dalam meningkatkan produktivitas masyarakat yang aman Covid-19.

Terkait third wave di sejumlah negara, Prof Wiku mengatakan, terlihat dari peningkatan kasus dengan cakupan lapisan masyarakat yang lebih luas. Mulai bermunculannya klaster-klaster pada kegiatan sektor sosial ekonomi yang mulai dibuka setelah ada pelandaian kasus.

Baca juga  Perpanjang PSBB Pra AKB, Pemkab Bogor Perketat Kegiatan Berpotensi Kerumunan

Seperti di Jepang, kontribusinya dari klaster tempat kerja. Kasus aktifnya tercatat 38.920 (16,15%). Diperlukan upaya persiapan mitigasi yang baik dalam mengantisipasi datangnya Third wave. Mitigasi dalam menangani pandemi Covid-19, yang baik meliputi upaya kuratif melalui persiapan fasilitas kesehatan yang memadai dan utamanya upaya preventif. Upaya preventif ini berupa penegakan disiplin protokol kesehatan yang baik.

Prof Wiku menegaskan, meskipun suatu negara yang maju dengan fasilitas kesehatan yang lengkap, nyatanya belum tentu mampu menopang perkembangan kasus jika tidak disertai dengan kepatuhan protokol kesehatan.

“Upaya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan), harus sama-sama saling melengkapi,” katanya. [] Admin/covid19.go,id

Baca juga  2021, Pemkot Bogor Targetkan UHC 95 Persen
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top