Kab. Bogor

Ramadan dan Upaya Menyibak Misteri kehidupan

Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI

Oleh: Dr. Abdurrahman Misno BP, MEI

(Dosen Pascasarjana INAIS Bogor)

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Tentang kehidupan yang penuh dengan berjuta rasa: ada suka ada duka, ada bahagia ada sengasara, air mata lara dan cita mengalir silih berganti. Kehidupan adalah perjalanan panjang yang mengharuskan setiap insan untuk berbekal.

Bekal keimanan dan pengetahuan kehidupan menjadi hal wajib yang harus dipersiapkan. Jika tidak dipersiapkan maka kehiduan ini akan terasa menekan, menyakitkan dan berujung kepada ketidakpercayaan kepada Ar-Rahman.

Sebuah perjalanan panjang akan kaya dengan warna, ada putih bersih hingga hitam pekat serta di antara keduanya. Lembaran-lembaran hitam berselangan dengan lembaran-lembaran putih yang harus kita isi dengan amal-amal kebaikan. Jika lembaran-lembaran itu hitam, maka sudah selayaknya kita segera beristighfar dan memohon ampunanNya. Jika lembaran itu putih maka isilah dengan tahmid dan pujian bagiNya.

Baca juga  Dosen PPs INAIS Bogor Raih Anugerah Buku Negara di Malaysia

Perjalanan panjang memiliki seninya tersendiri, sesuatu yang sangat kita harapkan seringkali terluput dari kehidupan. Sementara hal-hal yang tidak diinginkan menyapa tanpa bisa dihindarkan. Itulah kehidupan, ia adalah misteri yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui. Tidak para malaikat tidak pula seorang Nabi, bahkan syaithan yang suka mencuri berita dari langitpun tidak bisa mengetahui apalagi para dukun yang hanya mengutip dari para pembisik alam syaithani.

Menyibak misteri kehidupan berarti mengungkap bagaimana hidup ini bisa dinikmati. Bukan sekadar mengeluh ketika musibah menyentuh, bukan pula dipenuhi gelak tawa ketika bahagia menyapa. Menikmati kehidupan berarti menyerahkan sepenuhnya “musibah” dan anugerah dalam kehidupan kepada Allah Ar-Rahman. Meyakini kuasaNya dan mengimani segala kebaikan yang ada di balik semuanya.

Baca juga  Ramadanku, Ramadan Anda dan Ramadan Kita

Mungkin terlalu teoritis kedengarannya, tapi yakinlah bahwa semua yang menimpa kita itu adalah baik adanya. Allah ta’ala tidak akan mebiarkan hambaNya sengsara, sudut pandang manusia-lah yang yang menyangka bahwa musibah adalah bencana. Jika demikian adanya kenapa harus berduka apabila bencana melanda? Inilah misteri kehidupan yang harus kita sibak, semua ada hikmahnya dan semua adalah yang terbaik untuk manusia dan alam semesta. []

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!