Kota Bogor

Penjualan Kue Kering Lebaran Rafita’s Cake Naik 50 Persen, PO Sudah 10.000 Toples

Rafita's cake
Rafita's Cake

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Menjelang hari raya Idul Fitri, banyak orang mencari kue kering.

Peluang itu dimanfaatkan oleh para pebisnis kue.  Penjualan kue kering menjelang Idul Fitri mengalami peningkatan permintaan hingga 50 persen. Seperti yang dialami pengusaha kue asal Kota Bogor sekaligus owner Rafita’s cake, Noor Rafita.

“Kue kering terkenal dengan daya tahannya yang lama, kurang lebih bisa tahan selama 6 bulan asal kualitas bahannya baik. Kelebihan makanan yang tahan lama bisa memberikan banyak waktu bagi pengusaha kue untuk menjual produknya,” ucap Rafita, saat ditemui di outletnya di Jalan Sholeh Iskandar No.2B, Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (22/4/2021).

Rafita mengungkapkan, tahun ini, penjualan kue kering miliknya mengalami peningkatan yang cukup pesat. Permintaan pasar yang tinggi dikarenakan kue lebaran sudah menjadi tradisi. Meningkatnya orderan kue keringnya sendiri sudah terjadi sejak satu bulan sebelum puasa. Namun, ia telah melakukan persiapan sejak dua bulan sebelumnya mulai dari pembelian bahan baku, toples, dan persiapan SDM.

Pada tahun ini, lanjut Rafita, produksi kue kering dirinya mengalami peningkatan 400 sampai 500 toples per hari dibanding dengan tahun lalu yang cuma 300 toples.

Namun, menurutnya usaha kue kering ini, hanya dijalaninya selama tiga bulan saja, yaitu dua bulan sebelum Ramadan dan satu bulan setelah Ramadan. Di luar Ramadan, hari-hari biasa ia menjalankan produksi aneka cake seperti kue tart, kue basah, donat dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun di Ramadan kami mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Di awal pandemi tahun lalu kami berhasil menjual kurang lebih 15 ribu toples kue kering lebaran. Tahun ini, target kita sampai 20 ribu toples. Alhamdulillah yang sudah PO (Purchase Order) ada 10 ribu toples hingga dua pekan puasa ini,” katanya.

Khusus di bulan Ramadan Rafita’s cake menawarkan dua paket kue kering yaitu paket pandemi dan paket premium dengan harga yang sangat terjangkau. Perbedaan dari dua paket ini hanya dari berat dan isi kue. Untuk isi paket dusnya sendiri sama terdapat tiga toples dengan aneka pilihan rasa yang bisa dipilih seperti kastengel, nastar, putri salju, sagu keju, choco thumbrin, coklat mede, kue jahe, dan cornplakes.

“Untuk harga paket pandemi ini cuma Rp120 ribu saja dari harga normal Rp150 ribu. Sedangkan paket premium cuma Rp180 ribu dari harga normal Rp200 ribu. Promo ini berlaku hingga 30 April 2021. Nanti, di H-3 kita juga akan mengeluarkan cake edisi lebaran. Selain itu, kami juga menerima jasa maklon. Di mana, belum lama ini salah satu artis memesan kue di kita tapi brand pake punya dia dan itu sudah selesai,” paparnya.

Ia menjelaskan, rata-rata konsumen memesan via online baik melalui instagram rafita’s cake atau via WhatsApp. Konsumen Rafita’s cake tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek hingga luar pulau Jawa seperti Palembang, Banjarmasin, Makasar, dan Balikpapan.

“Selain rasanya yang enak dan harganya terjangkau, kelebihan Rafita’s cake adalah packaging yang bagus hingga terlihat sangat elegan dan profesional,” ujarnya.

Untuk memenuhi target, kata Rafita, dirinya membuat inovasi-inovasi pada produknya, termasuk menambah SDM, distributor, agen, dan reseller agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi ini dan bisa bersaing dengan kompetitor lain sehingga produknya tetap di cari oleh konsumen.

“Alhamdulillah, selain distributor, agen, dan reseller yang bertambah, konsumen pun juga ikut bertambah. Melihat meningkatnya konsumen, agen, dan reseller, dalam waktu dekat ini saya akan membuka cabang baru dan melaunching brand baru bernama Boluku untuk produk cake di daerah Pomad, Kecamatan Bogor Utara,” tandasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top