Menteri Pehubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Menhub: Patimban di Subang Kolaborasi dengan Priok di Jakarta

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat akan berkolaborasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

“Ada suatu kolaborasi antara Priok dan Patimban sehingga sebagian yang dari Bekasi Timur dan Karawang akan menggunakan Patimban, sedangkan Bekasi Barat dan Tangerang menggunakan Tanjung Priok,” kata Menteri Pehubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Proyek Nasional Patimban, Selasa (22/9/2020).

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan, berharap ada percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban.

Presiden berharap jika Pelabuhan Patimban selesai terbangun, maka akan terbentu segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi, yaitu Pelabuhan Patimban, Airport Kertajati, dan Kawasan Bekasi, Karawang serta Purwakarta sebagai sebuah kawasan industri saling terkoneksi, saling mendukung satu sama lain.

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Pelabuhan Patimban tahap 1, akan selesai akhir 2020.

Menhub Budi Karya Sumadi, menyampaikan bahwa Patimban adalah akan menjadi pelabuhan terbesar karena dari tahap pertama untuk 7 juta TEUs dan bisa dikembangkan sampai 14 juta TEUs.

Baca juga  Bus "Ngulisik" Diharapkan Bangkitkan Pariwisata Kota Tasikmalaya

TEU atau TEUs adalah singkatan dari twenty-foot equivalent unit. Dalam bahasa Indonesia TEU dapat kita artikan sebagai satuan yang menggambarkan ukuran sebesar container 20 feet. Container 40 feet sendiri didefinisikan sebagai 2 TEU.

”Artinya kalau kita melihat bahwa Priok saat ini memang punya kendala karena pergerakan dari Bekasi, Karawang dan Subang yang merupakan pusat industri itu relatif kurang maksimal,” ujar Menhub.

Nanti, kata Menhub, ada suatu kolaborasi antara Priok dan Patimban sehingga sebagian yang dari Bekasi Timur dan Karawang akan menggunakan Patimban, sedangkan Bekasi Barat dan Tangerang menggunakan Tanjung Priok.

”Dengan melakukan suatu koordinasi untuk penunjukan operator di mana operator ini adalah operator yang insya Allah dikerjasamakan dalam dan luar negeri, tentu kita yang mayoritas, diharapkan konektivitas Patimban ini sangat baik dan menjadi hub,” kata Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan bahwa pemerintah sedang merintis beberapa pelabuhan-pelabuhan yang ada di timur Patimban. Untuk itu, Menhub sampaikan diharapkan dikoordinasikan agar Patimban direct call ke Eropa, ke Amerika, ke China dari Patimban bahkan mungkin dari kawasan Sumatra juga dilakukan.

Baca juga  Batal Anggarkan Jalan Khusus Truk Tambang Rumpin, Catatan Negatif Pertama Ridwan Kamil

Pada kesempatan itu, Menhub menyampaikan bahwa sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian bahwa total investasi sebanyak Rp43 triliun dan tahap 1 sudah dilaksanakan dengan Rp14 triliun, yaitu APBN, loan dari JICA diharapkan selesai tahun 2021, diikuti tahun 2021-2023 untuk tahap berikutnya sebanyak Rp9,5 triliun.

”Sedangkan lainnya, tahap 3 dan 4 adalah kawasan-kawasan yang kita harapkan sebagai kawasan KBBU, artinya kita akan lelangkan tempat-tempat itu dan ada satu kesempatan bagi swasta untuk berkiprah di sana dan kita tidak menggunakan APBN lagi,” kata Menhub.

Sesuai dengan arahan Presiden, imbuh Menhub, telah dipersiapkan dengan baik, akan dioperasikan pada kuarter keempat ini atau November-Desember. Ia menambahkan bahwa telah melakukan finalisasi revisi bahkan juga sudah memberikan persetujuan atau Kementerian Keuangan sudah menyetujui KSPI dan juga pernyataan kelayakan project oleh (PJPK), dan sekarang sedang melakukan suatu finalisasi dan prakualifikasi.

”Kita harapkan ini akan kita mulai pada bulan Desember, itu adalah kita ekspor untuk otomotif. Kita tahu bahwa di daerah Bekasi dan Karawang banyak sekali industri otomotif yang ada di sana,” katanya kata Menhub dilansir dari sekab.go.id

Baca juga  Ini Peta Risiko Covid-19 di 514 Kabupaten Kota di Indonesia

Berkaitan aksesibilitas yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR, Menhub sampaikan pada tahap pertama ini memang connect ke jalan Pantura tetapi itu sudah cukup baik pada tahap pertama ini dilakukan dengan Jalan Pantura. ”Tetapi kita juga akan mulai membangun jalan tol sepanjang kurang lebih 30 km, nanti dari Patimban menuju ke jalan tol,” jelas Menhub. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *