Kota Bogor

Kongres Ke XXI di Ambon: GMNI Cabang Bogor Siapkan Gagasan Besar di Era Revolusi Industri 4.0

BOGOR-KITA.com, BOGOR- Kongres GMNI ke XXI di Ambon berlangsung dari tanggal 28 November sampai dengan 2 Desember 2019. Agenda Kongres ini dihadiri oleh kurang lebih 168 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan 10 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.

Kongres ini merupakan ajang pertemuan gagasan-gagasan besar antar kader yang terhimpun dalam DPC dan DPD GMNI se-Indonesia untuk perbaikan GMNI kedepan. Tidak hanya itu dalam kongres GMNI ini, nantinya kader GMNI akan sama-sama merumuskan pemikiran-pemikirannya dalam sidang-sidang komisi meliputi Komisi Organisi, Komisi Kaderisasi, dan Komisi Politik.

Kemudian dalam kongres ini para kader terbaik GMNI nantinya akan berkontestasi untuk menduduki posisi tertinggi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI. Hampir seluruh DPC dan DPD yang memiliki hak suara sudah menentukan kandidat unggulannya. Sementara DPC GMNI Bogor sama sekali belum menentukan pilihan kandidat unggulannya.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Ketua DPC GMNI Bogor Fera Priyatna Bahwasannya Hadirnya GMNI Bogor dalam ajang kongres ini hanya fokus pada gagasan-gagasan perbaikan untuk GMNI kedepan, terkait kandidat unggulan kami sama sakali belum menentukan pilihan. Hal itu dikarenakan kami menganggap bahwa momentum pertemuan para Marhaenis ini merupakan momentum pertukaran pemikiran antar kader dari berbagai daerah, bukan hanya momentum politik praktis untuk memenangkan calon pimpinan semata.

Baca juga  Ade Yasin Minta Promosi Produk Kerajinan Berbasis Industri 4.0

Sementara Ramdani yang merupakan Sekretaris DPC GMNI Bogor menganggap bahwasannya, momentum kongres ini merupakan momentum dimana para kader GMNI sama-sama memikirkan bagaimana relevansi Azas Perjuangan Marhaenisme dalam konteks zaman. Ia menganggap penting bagi GMNI sebagai organisasi besar mengurai Asas Perjuangan Marhaenisme ajaran bung Karno dalam kontek Zaman. Iapun mengutip perkataan Bung Karno bahwasannya “Marhaenisme itu sifatnya dinamis”. Ramdani menerjemahkan Marhaenisme yang Dinamis tersebut sebagai sebuah ajaran yang memiliki dasar yang kokoh namun dalam prakteknya harus mengikuti perkembangan zaman.

DPC GMNI Bogor merumuskan beberapa poin gagasan perubahan GMNI kedepan yang nantinya akan sama-sama kita dorong, meliputi: Pertama: Digitalisasi Jaringan Gerakan, yang menjelaskan bahwa di era digital ini penting bagi para kader untuk memaksimalkan teknologi digital sebagai media gerakan, kedepan diharapkan GMNI mampu menciptakan sebuah produk aplikasi sistem yang terhubung antar kader secara efektif.

Baca juga  Era Revolusi Industri 4.0, Agribisnis Penting Perhatikan Pengelolaan Pascapanen

Ramdani pun mengungkapkan di era distrupsi ini penguasaan teknologi amatlah penting.

Kedua: Integrasi Gerakan Membangun Desa, penjelasannya bahwa gerakan turun ke Desa secara serentak dan terorganisir harus menjadi konsern utama GMNI, karena di sanalah para kader akan hidup bersama masyarakat kecil dan turut memahami kondisinya.

Ketiga: Pembentukan Badan Beasiswa Nasional, yang menekankan bahwa Badan ini penting untuk dibentuk, yang bertujuan untuk mewadahi dan mendistribusikan para kader untuk bersaing di dunia pendidikan, sehingga nantinya para kader mantang dalam berpikir dan tajam dalam analisisnya, sehingga pada akhirnya mampu bersaing di Nasional maupun Global.

Keempat: Gerakan Sadar Agraria, DPC GMNI Bogor mengharapkan agar kedepan gerakan agararia menjadi fokus utama GMNI dimana didalamnya terdapat penyadaran akan teori-konsep dan contoh-contoh persoalan agraria di lapang. Hal itu amatlah penting untuk di dorong, dikarenakan sumber daya utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya merupakan agraria yang meliputi pertanian, kelautan, kehutanan dll dan disana pula banyak sekali perebutan kekuasaan atas sumber-sumber agraria yang menjadi penghidupan rakyat yang menuai konflik. Harapannya kedepan GMNI mampu membentuk sebuah Pusat Kajian Agraria yang nantinya berfungsi untuk pendataan persoalan agraria hingga pendamping hukum kepada masyarakat yang berkonflik.

Baca juga  Masuk Era Pendidikan 4.0, Pemkab Bogor Siapkan Rp65 Miliar Beli Laptop

DPC GMNI Bogor menyampaikan bahwa gagasan-gagasan inipun sudah kita diskusikan dengan beberapa DPC dan DPD GMNI agar nantinya sama-sama didorong. Sementara DPC yang sudah bersedia turut mendorong merupakan DPC GMNI Padang. Tidak hanya mendorong, merekapun turut menambahkan gagasan-gagasan besar untuk perbaikan GMNI kedepan. [] Admin 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top