Kota Bogor

Banyak Proyek Infrastruktur, Komisi 3 Minta Pemkot Bogor Mulai Lelang Awal Tahun

zaenul mutaqin
Zaenul Mutaqin

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Komisi 3 meminta Pemerintah Kota Bogor memulai lelang proyek pembangunan infrastruktur di awal tahun 2021.

Diketahui, Pemkot Bogor berencana melakukan pembangunan jembatan Otista, Sempur dan MA Salmun, pembangunan gedung baru RSUD Kota Bogor, Alun Alun Kota Bogor dan Masjid Agung pada tahun ini.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan, sesuai dengan APBD 2021 dan rencana adanya bantuan PEN, arah pembangunan Kota Bogor lebih banyak membangun fisik.

“Tahun 2021 ini merupakan tahun pembangunan infrastuktur. Fungsi Komisi 3 akan lebih banyak melakukan pengawasan dan sidak kepada pekerjaan fisik ke sarana publik,” ungkap Zaenul, Senin (11/1/2021).

Pria yang akrab disapa ZM itu menjelaskan, karena pembangunan fisik sangat banyak, maka lelang proyek-proyek itu harus dilaksanakan di awal tahun 2021. Apalagi proyek bernilai puluhan miliar, harus diantisipasi dari mulai waktu dan sebagainya.

Baca juga  KPK Luncurkan Peran Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Pemkot Bogor

Menurut ZM, seharusnya Januari ini sudah mulai lelang untuk paket-paket proyek besar.

“Tinggal ditanya kesiapan dokumen dari dinas terkait, apakah sudah siapa atau belum,” katanya.

“Jadi harus belajar dari pengalaman yang sudah sudah, apabila lelang dilaksanakan di pertengahan tahun akan berimbas pada hasil fisik tidak maksimal. Lakukanlah lelang awal tahun, bahkan lelang pra-dipa juga sebenarnya bisa dilakukan,” katanya.

Selain itu, terkait adanya pembangunan rumah sakit lapangan, ZM mengaku, tidak ada informasi apapun kepada DPRD. Sampai saat ini juga belum diketahui, di bawah Dinkes atau RSUD untuk rumah sakit lapangan itu.

Ia menyatakan, bahwa anggaran pembangunan rumah sakit lapangan belum diketahui, karena dalam APBD Kota Bogor tidak ada untuk pembangunan rumah sakit lapangan.

Baca juga  Rekonstruksi Kasus FPI, IPW: Mabes Polri Harus Mengakui Pelanggaran SOP

“Kami DPRD tidak tahu soal rumah sakit lapangan, karena dalam APBD tidak ada pos anggaran untuk pembangunan itu. Kecuali untuk pembangunan di RSUD yang anggarannya dari PEN,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top