Kementerian Kelautan dan Perikanan Bagikan 4 Ton Ikan Kepada Masyarakat Kabupaten Bogor

Kementerian Kelautan dan Perikanan Bagikan 4 Ton Cumi Beku Kepada Masyarakat Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia membagikan 4 ton cumi beku kepada masyarakat Kabupaten Bogor dengan prioritas kepada 25 pondok pesantren dan panti asuhan yatim piatu. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Bogor Hj. Nurhayanti di Kantor Kecamatan Ciomas, Kabipaten Bogor, Jumat, (25/11/2016).

Dalam sambutannya Bupati Bogor mengatakan peningkatan kuantitas dan kualitas pangan masyarakat menuju gizi seimbang merupakan aspek penting dalam membangun kualitas sumberdaya manusia. Maka gemar makan ikan (gemarikan) perlu didorong dengan program pendidikan gizi, penyuluhan dan kampanye gizi untuk meningkatkan citra pangan, dan pendidikan masyarakat.
“Ikan merupakan salah satu sumber pangan hewani yang mudah diperoleh karena ketersediaan yang cukup. Nilai gizi dan protein yang terkandung di dalam ikan juga sudah diakui keunggulannya secara luas dan sangat penting bagi peningkatan kecerdasan,” ungkapnya

Bupati juga menyampaikan potensi perikanan di Kabupaten Bogor yang cukup besar dan dapat berkembang dengan baik, karena didukung oleh faktor alam yang banyak memiliki sungai yaitu 6 daerah aliran sungai dan subdaerah aliran sungainya 91 situ dan 63 buah mata air.

Produksi ikan di Kabupaten Bogor sendiri, menurut Nurhayanti, tahun 2015 mencapai 112.781,74 ton dengan produksi benih 3.107.748,1 ribu ekor. Namun tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Bogor pada tahun sama baru mencapai 26,41 kg/kap/tahun, masih kalah dengan konsumsi ikan nasional nasional yang mencapai 39 kg/kap/tahun.
“Saya sangat memandang penting gemarikan yang dilaksanakan sekarang ini, karena merupakan salah satu upaya untuk mendorong anak-anak yang dalam masa pertumbuhan untuk terbiasa mengonsumsi ikan,” kata Nurhayanti.

Direktur Pengendalian Sumberdaya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, (KKP), Toni Rochimat mengatakan, pada awalnya kegiatan penyerahan bantuan paket cumi beku kepada pondok pesantren dan gemarikan bertujuan untuk menggugah kita bersama tentang pentingnya sektor perikanan dan kelautan yang berdampak pada pertumbuhan perkembangan ekonomi SDM dan swasembada pangan.
“Indonesia penghasil produksi ikan kedua terbesar di dunia setelah China. Akan tetapi konsumsi ikannya masih rendah, kalah dengan Jepang dan Maladewa. Maka mulai sekarang mari kita gemar makan ikan, karena di dalam ikan ada protein yang tinggi untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa,” katanya.

Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Siti Farikah meminta agar melalui gemarikan diharapkan tumbuh kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan yang aman, sehat dan halal.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bogor,Ade Ruhendi, Camat Ciomas dan sejumlah pimpinan pondok pesantren. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *