Jauh dan Tidak Aman, SDN Wangunsari Minta Direlokasi atau Dimerger

SDN Wangunsari

BOGOR-KITA.com  –  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wangunsari yang belum mendapatkan aliran listrik padahal berada di tengah kota dan sudah puluhan tahun berdiri, kini disediakan genset oleh Pemkot Bogor. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, sebenarnya untuk aliran listrik merupakan tanggung jawab PLN, namun pemkot berinisiatif memberikan genset.

“Yang diberikan pemkot adalah genset dan sudah ada di sana. Tinggal nanti kita dorong PLN mengalirkan listrik. Sedangkan program robotic merupakan dana provinsi jadi bisa dijalankan karena bukan uang kita,” kata Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto di Bogor, Minggu (16/11)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor,  Ade Sarip Hidayat menambahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) tinggal mengusulkan untuk mengalirkan listrik.

“Masa SD di tengah kota tidak punya listrik. Sekarang  kita sudah beli genset, tinggal  mengeluarkan anggaran. Jika sudah diusulkan pasti ada bantuan dari Pemkot,” jelasnya.

SDN Wangunsari yang berlokasi di Kampung Wangunsari Sawah Berada di RT03/04, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, tidak hanya belum dialiri listrik, tetapi jalannya juga masih berupa jalan tanah setapak.

Karena itu pihak sekolah dan Kelurahan Pamoyanan memilih agar sekolah yang berlokasi di bawah perbukitan Gunung Wangun dan sangat jauh dari pemukiman warga itu, lebih baik direlokasi atau dimerger dengan sekolah lainnya.

“Kami minta direlokasi saja atau dimerger, karena bangunan sekolah ini jauh dari pemukiman warga, dan sekolah ini juga dikelilingi oleh tanah milik perusahaan. Genset yang diberikan juga sudah dicuri maling,” ungkap Kepala Sekolah SDN Wangunsari, Siti Kurlian.

Siti Kurlian mengemukakan awalnya lokasi sekolah Wangunsari merupakan wilayah Kabupaten Bogor. Namun ketika pemekaran, sekolah itu masuk wilayah Kota Bogor. Total luas lahan sekitar 800 meter persegi. Akibat belum dipasang listrik, seringkali sekolah yang memiliki 112 siswa ini kebobolan maling. Barang berharga yang disimpan di sekolah, pasti dibobol maling.

“Sekolahan ini terlalu jauh dari pemukiman warga, sehingga tidak aman dan sudah enam kali dibobol pencuri,” katanya. [] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *