Neta, Polisi Narkoba, hukum mati
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane

IPW: Polisi Terlibat Narkoba Pantas Dihukum Mati

BOGOR-KITA.com – Sudah saatnya anggota Polri yang bermain-main atau terlibat narkoba dijatuhi hukuman mati. Tujuannya agar ada efek jera dan penyalahgunaan narkoba tidak menyebar luas di lingkungan kepolisian. Sebab anggota Polri yang terlibat narkoba terus meningkat.
Pekan ini saja ada tiga anggota Polri yang terlibat narkoba. “Karena itu, sudah sepantasnya polisi yang terlibat narkoba dijatuhi hukuman mati,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam siaran pers yang diterima BOGOR-KITA.com, Selasa (11/10/2016)

Dari pendataan Ind Police Watch (IPW) ketiga polisi yang terlibat narkoba itu yakni, AKP Sunarto tertangkap tangan sedang mengonsumsi narkoba di Diskotek Milles Mangga Besar, Jakarta pada 8 Okt 2016. Brigadir K bersama oknum TNI Serka PHP ditangkap di Bali saat menjadi
kurir shabu pada 8 Okt 2018, sebelumnya Dirnarkoba Polda Bali Kombes Franky Haryanto ditangkap karena terlibat kasus narkoba. Bripka WD anggota Brimob Polda DIY ditangkap saat pesta shabu pada 9 Okt 2016.

IPW mengimbau institusi Polri lebih serius lagi menangani kasus-kasus anggotanya yang terlibat narkoba. Selama ini Polri cenderung tidak transparan dalam memproses anggotanya yang terlibat narkoba, terutama yang berpangkat perwira. Begitu juga hukumannya, jauh lebih rendah
dari masyarakat biasa yang terlibat narkoba. Akibatnya, terjadi ketidakadilan. Efek lainnya, anggota Polri yang terlibat narkoba merasa dilindungi institusinya. Sehingga tidak ada efek jera.
Terbukti, jumlah polisi yang terlibat narkoba terus meningkat, terutama di lingkungan perwira. Rata-rata tiap tahun anggota Polri yang terlibat narkoba di atas 200 orang.

Baca juga  Banyak TKA Tiongkok di Subang, Dinkes Pastikan Masih Aman dari Corona

Seharusnya polisi yang terlibat narkoba hukumannya jauh lebih berat dari masyarakat biasa. Sebab mereka paham hukum, paham risikonya, dan sebagai aparatur yang harusnya melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba. Sikap tegas Polri sangat diperlukan untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di lingkungan anggotanya. Sikap tegas itu antara lain Polri harus membuka ke publik mengenai berapa besar jumlah anggotanya yang terlibat narkoba, berapa banyak yang
menjadi bandar atau pengedar, berapa yang dipecat, berapa besar hukumannya, dll. “Polri juga sudah saatnya mendorong agar terjadihukuman mati pada anggotanya yang bermain-main dengan narkoba,” tandas Neta. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *