Kota Bogor

IPB University Berikan Hibah Penelitian Kompetitif untuk Tenaga Kependidikan

ipb

BOGOR-KITA.com, BOGOR -Direktorat Sumberdaya Manusia (SDM) IPB University kembali memberikan kesempatan kepada Tenaga Kependidikan (Tendik) untuk mendapatkan pendanaan penelitian hibah kompetitif. Kesempatan ini diberikan untuk meningkatkan kemampuan dan pengembangan karier Tendik IPB University, terutama yang memiliki jabatan fungsional.

Hal ini disampaikan Direktur SDM IPB University, Dr Heti Mulyati dalam Seminar Online Hasil Penelitian Hibah Kompetitif Jabatan Fungsional Tahun 2021, Selasa (9/11/2021). Tahun ini tema yang diangkat adalah “Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan dalam Agile Organization”.

Dr Heti menyampaikan IPB University sudah empat kali sejak tahun 2018 memberikan kesempatan pembiayaan penelitian kepada tenaga kependidikan. Tahun ini ada 19 orang yang berhasil menerima dana penelitian hibah kompetitif yaitu Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) sebanyak 7 kelompok,  arsiparis 7 kelompok dan Pustakawan 5 kelompok.

“Akan tetapi ada kecenderungan penurunan jumlah (dari tahun sebelumnya) yang disetujui karena melihat dari berbagai aspek. Seperti kualitas tulisan dan konten. Dukungan pendampingan dan bimbingan juga terus dilakukan untuk penulisan karya ilmiah. Kami menjalin kerjasama dengan Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University,” ujarnya.

Baca juga  KKN 40 Hari, Mahasiswa  IPB Bikin Data Desa Presisi di Desa Kiarasari, Sukajaya, Kabupaten Bogor

Menurutnya, dukungan dana akan terus dilakukan bagi jabatan fungsional bidang lainnya, seperti analis kepegawaian, pranata humas, dan pranata komputer.

“Kami berharap output dari Seminar Hasil Penelitian Hibah Kompetitif ini bisa masuk ke jurnal dan prosiding serta bisa dibaca oleh banyak pihak sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Wakil Rektor bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan IPB University, Prof Agus Purwito. Menurutnya, kesempatan pengembangan karir tidak hanya diberikan untuk dosen, akan tetapi tenaga kependidikan pun harus terus meningkatkan kemampuannya.

“Terlebih di era yang ambigu seperti saat ini. Tenaga Kependidikan diharapkan terus melakukan perbaikan di berbagai bidang, terutama untuk pegawai yang sudah memiliki jabatan fungsional,” ujarnya.

Baca juga  IPB University Akan Berikan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Doni Monardo

Ia menambahkan bahwa IPB University beberapa tahun ini telah memberikan hibah kompetitif untuk tenaga kependidikan. IPB University sudah menyiapkan alokasi dana untuk penelitian agar tenaga kependidikan ikut aktif melakukan penelitian.

“Terlebih bagi para pegawai pranata laboratorium pendidikan yang sejalan dengan rencana IPB University menjadi perguruan tinggi berbasis riset. Peran Tendik, khususnya sebagai pegawai pranata laboratorium, penting agar tidak ketinggalan teknik terkini dalam melaksanakan penelitian. Oleh karena itu, lakukan terus penelitian, lalu publikasi dan submit berbagai jurnal. Ini yang menjadi salah satu indikator IPB University menjadi lebih baik,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, keynote speaker  yang hadir dalam acara ini Widyaiswara Ahli Utama Pusat Pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN), Ahmad Jalis, MA. Ia menyampaikan roadmap pembangunan ASN 2024. Menurutnya, Indonesia kini menuju birokrasi kelas dunia dengan profil ASN yang memiliki beberapa kompetensi. Yakni kompeten di bidang digital leader dan digital talent, berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, memiliki kemampuan berbahasa asing, melayani, mempunyai jejaring yang luas dan memiliki kemampuan entrepreneurship.

Baca juga  Begini Cara Ade Yasin Bangkitkan Pertanian Kabupaten Bogor

“Menurut data, ada gap pada latar pendidikan di sejumlah pegawai, baik di pusat maupun daerah. Selain itu, ada 53 persen pegawai yang belum tersentuh pelatihan dan ada pegawai yang pekerjaannya tidak ditopang profesionalitas,” jelasnya.

Untuk itu, Ahmad menekankan bahwa kita patut mencontoh Singapura yang berhasil mengelola SDMnya dengan luar biasa.  “Mereka mengakuisisi global talent. Basisnya knowledge economy, sehingga negaranya maju,” tandasnya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top