Seminar Bogor Zero Waste di Botani Square, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (25/11/2018).

IPB Gelar Diskusi Tingkatkan Kesadaran Bahaya Plastik 

BOGOR-KITA.com – Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Program Studi Komunikasi menggelar Seminar Bogor Zero Waste di Botani Square, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Minggu (25/11/2018). Digelarnya acara tersebut untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman bahaya sampah, khususnya plastik.

Seminar yang menghadirkan pembicara yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Elia Buntang, Putri Indonesia Lingkungan Vania Herlambang dan Head of Communication and Engagement Waste4change Annisa Paramita ini diikuti 80 peserta dari mahasiswa hingga kalangan umum.

Panitia Bogor Zero Waste Adiluhung mengatakan, Sekolah Vokasi IPB sebelum kegiatan seminar ini sudah lebih dahulu melakukan pra event pengurangan sampah plastik. Di mana setiap orang yang membawa lima botol air mineral bekas bisa ditukarkan dengan botol tumblr, sedotan stainless steel, tote bag ramah lingkungan hingga makanan siap saji tanpa plastik.

“Sekarang juga dari dekorasinya kami memanfaatkan botol bekas yang dijadikan bunga sebagai hiasannya, juga menyediakan minum dari dispenser dan gelas kertas selebihnya tidak ada plastik,” jelasnya.

Menurut Adi, kegiatan ini tak hanya sekadar mendukung program Pemerintah Kota Bogor tetapi juga turut membantu mensosialisasikannya agar masyarakat Kota Bogor semakin tersadarkan akan dampak dari bahaya sampah plastik bagi lingkungan.

“Mengurangi plastik juga bisa dilakukan dengan hal terkecil seperti di Sekolah Vokasi IPB yang mulai menyediakan dispenser agar mahasiswa bisa isi ulang air minum dan saling menegur jika ada yang membuang sampah sembarangan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Putri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Herlambang mengatakan, beberapa masyarakat Indonesia ada yang masih membuang sampah plastik di darat ataupun sungai tanpa rasa bersalah.

Padahal, kata dia, sampah baik yang berasal dari darat apalagi sungai mengalir hingga ke laut yang dampaknya luar biasa bagi ekosistem di laut. Salah satu kejadian yang sangat memprihatinkan yakni Ikan Paus yang mati dan terdampar di Wakatobi di dalam perutnya ditemukan sampah seberat 6 kg.

“Saat ini laut Indonesia terkontaminasi sampah terparah ke-2 setelah China. Predikat yang sama sekali bukan prestasi ini harus membuat kita sadar akan dampak kontaminasi sampah,” jelasnya.

Menurutnya, kontaminasi sampah di lautan tidak hanya mengancam ekosistem laut tetapi juga manusia bisa terkena dampak dari bahaya kontaminasi plastik. Bagi ibu hamil, lanjutnya, jika memakan ikan yang telah terkontaminasi mikro plastik akan membuat anak yang dilahirkan tidak akan tumbuh dengan baik. Kontaminasi mikro plastik pada ikan-ikan ini sudah banyak terjadi mulai dari ekosistem ikan terkecil sampai ekosistem besar seperti ikan paus.

“Pemerintah tidak diam saja sudah banyak program yang dijalankan dengan anggaran sebesar apapun, usaha tersebut tidak akan maksimal jika dari masyarakat tidak bergerak bersama. Saya harap kita mulai sadar untuk bergerak dan melakukan pengurangan sampah plastik,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu pula Wali Kota Bogor Bima Arya yang hadir untuk membuka acara terus mengingatkan masyarakat terkait program mengganti Kantong Plastik dengan tas guna ulang saat berbelanja di toko modern dan pusat perbelanjaan se-Kota Bogor. [] Admin/Humpro Kota Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *