Heboh Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah di Pamanukan Ternyata Cuma Hoax

BOGOR-KITA.com, PAMANUKAN – Kapolsek Pamanukan Kompol Dadang Cahyadiawan memastikan hebohnya kasus dugaan Pelecehan seksual terhadap bocah laki-laki di Pamanukan sejauh ini belum terbukti.

“Berdasarkan hasil Lidik kami dari pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda-tanda kasus pelecehan seksual terhadap bocah laki-laki di bawah umur tersebut,” kata Kapolsek Pamanukan Kompol Dadang Cahyadiawan, saat ditemui wartawan Rabu (22/1/2020) siang. 

Menurut Kapolsek, sejak hebohnya kasus tersebut di media sosial, jajaran Polsek Pamanukan melakukan penyelidikan atas dugaan adanya pelecehan tersebut termasuk berdasarkan pemeriksaan dari dokter Puskesmas.

“Hasil penyelidikan yang kami peroleh tidak menunjukan adanya pelecehan seksual pada anak tersebut,” kata Kompol Dadamg Cahyadiawan.

Kompol Dadang juga menyebut mengenai adanya bekas merah yang ada pada tubuh anak, hal karena si anak tersebut sedang mengalami diare.

“Memang ada bekas merah di anus anak tersebut, menurut keterangan ibunya, bocah tersebut sedang sakit diare mencret-mencret,” tambahnya.

Lalu, mengenai informasi 5 pria bertopeng yang sempat beredar, hingga saat ini tidak ditemukan adanya dan tanda-tanda pria bertopeng tersebut. Bahkan pihaknya juga telah, mengecek rumah kosong tersebut dan tak ada satu saksipun yang melihat.

Ia juga membantah, mengenai informasi alat vital anak yang diduga disunat menggunakan pisau, bambu tipis atau benda tajam lainnya.

“Tidak ditemukan benda-benda seperti itu. Kuncup alat kelamin bocah tersebut memerah karena dilukai oleh anak tersebut karena ingin segera disunat dan beberapa kali bilang ke ibunya ingin segera disunat,” ucapnya.

Kapolsek Pamanukan juga mengimbau, kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang masih belum jelas kebenarannya, dan tidak menimbulkan simpang siur.

“Untuk itu, kami pihak kepolisian berharap masyarakat bisa bijak dalam menggunakan media sosial. Masyarakat juga diharap untuk berhati-hati dan selalu mengawasi anak-anaknya saat bermain agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan,”pungkasnya. [] Ahya Nurdin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *