Kab. Bogor

Hari Guru, Ade Yasin Bacakan Pidato Spektakuler Nadiem Makarim

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor  Ade Yasin tampil menjadi pembina upacara peringatan HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (26/11/2019).

Hadir dalam acara Wabup Iwan Setiawan, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni, Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Harry Eko Sutrisno, Kajari Kabupaten Bogor Munaji, para pimpinan OPD di antaranya Kadisdagin Nuradi, Kadis DPMD Ade Jaya Munadi,  Ketua KONI Junaidi Samsudin, Aspem Renaldi.

Ade Yasin dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebagai berikut.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua, Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

Baca juga  Ade Yasin Puji UMKM Sebagai Pengusaha Kuat

Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Baca juga  Ade Yasin: Pusat Isolasi Covid-19 untuk ODP-PDP Ringan

Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.

Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas.

Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Baca juga  Bupati Bogor Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru, merdekabelajar #gurupenggerak Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Santi Santi Santi Om, Namo Buddhaya, Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim [] Hari  

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top