FKH IPB Mulai Terapkan Pendidikan 4.0

BOGOR-KITA.com – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai merespon keinginan masyarakat di era Revolusi Industri 4.0 dengan mengembangkan kurikulum dan metode pembelajaran kedokteran hewan terintegrasi dan inovatif. Hal ini terungkap saat launching Klinik Hewan dan Laboratorium Diagnostik Taman Kencana, Bogor dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) IPB dengan PT. Berkah Digital Semesta di Kampus IPB Taman Kencana, Bogor (24/3/2019).

“Jika IPB tidak beradaptasi dengan perubahan di era Revolusi Industri 4.0, maka IPB akan menciptakan yesterday people, padahal yang kita didik adalah tomorrow people. Untuk itu IPB mengubah kurikulum yang tadinya kental dengan hardskill dan technical skill menjadi kurikulum yang lebih banyak sotfskillnya. Kehadiran dosen juga akan bertransformasi ke arah hutagogi dan faceless. Interaksinya menggunakan teknologi, menerapkan blended learning. Mulai tahun ini ada 134 mata kuliah yang bisa kita mulai blended learning,” ujar Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Dr. Drajat Martianto dalam siaran pers yang dikirim ke BOGOR-KITA.com, Selasa (2/4/2019).

Menurutnya, kurikulum IPB tahun 2020 akan betul-betul menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan ke depan. IPB ingin menyiapkan mahasiswa yang ingin menjadi pembelajar. “Tidak harus yang punya IPK 4,00 atau lulus 4 tahun persis, tetapi lulusan yang powerfull dan agile learner,” imbuhnya.
Sementara itu, Dekan FKH IPB, Prof. drh. Srihadi Agung Priyono, PhD, PAVet(K) mengatakan bahwa saat ini FKH maupun Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) IPB telah mengembangkan tiga jenis layanan kesehatan hewan baru yang inovatif. 

Layanan pertama adalah Cardiology Center Services (CCS). CCS menjadi pusat layanan rujukan penyakit jantung hewan pertama di Indonesia yang ditunjang peralatan diagnostik penunjang terkini seperti USG warna 3 dimensi, EKG dan radiograft berbasis digital. Pelayanan jantung ini juga merekomendasikan berbagai teknik pengobatan serta saran manajemen diet yang komprehensif.

Layanan kedua adalah Medic Rehabilitation Services merupakan pusat layanan rehabilitasi bagi hewan yang mengalami gangguan motorik maupun neurologik. Kombinasi teknik rehabilitasi yang berasal dari barat (western) dikombinasikan dengan timur (eastern) diterapkan pada pusat layanan ini.

Layanan ketiga, Klinik Hewan dan Laboratorium Diagnostik Taman Kencana yang merupakan satelit RSHP FKH IPB. Klinik Taman Kencana dilengkapi dengan berbagai fasilitas laboratorium dan peralatan diagnostik penunjang yang lengkap sehingga diharapkan akan menjadi klinik rujukan.

“RSHP FKH IPB juga menerapkan aplikasi pet bisnis medis berbasis android (paw.id) yang bersifat real time, paperless, transparan dan akurat. Implementasi aplikasi ini bertujuan untuk peningkatan kualitas tata kelola administrasi rekam medis dan pelayanan pasien rumah sakit. Monitoring aktivitas pelayanan pasien dan proses pembelajaran mahasiswa koasisten berbasis kerumahsakitan dilakukan melalui pantauan Closed Circuit Television (CCTV) berbasis android. Pemantauan ini bertujuan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik sekaligus menjamin kualitas pelayanan medis pasien,” ujarnya.

Selain itu, dalam rangka mendorong perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran hewan, FKH IPB menerapkan teknologi edukasi melalui apikasi berbasis android (VETZ). Kegiatan ini meliputi bimbingan belajar online bagi mahasiswa FKH dan Continuing Professional Development (CPD) atau pengembangan pendidikan berkelanjutan online bagi para dokter hewan praktek.  

“Ini merupakan langkah strategis dan inovatif yang telah dilakukan oleh FKH IPB dalam pengembangan pendidikan kedokteran hewan berbasis kerumahsakitan dan peningkatan kualitas pelayanan RSHP FKH IPB sebagai wujud integrasi dan sekaligus implementasi kurikulum FKH IPB 4.0,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Kepala RSHP FKH IPB, Prof. Deni Noviana menyampaikan rencana Event Inahex 2019. Indonesia Animal Hospital and Clinic Expo (Inahex) akan digelar  pada akhir Juli hingga Agustus 2019. Inahex 2019 akan mengangkat tema bagaimana peran dokter hewan menghadapi tantangan masa yang akan datang dan bagaimana membangun sistem jejaring yang lebih baik. 

“Tema tersebut akan dirangkum ke dalam beberapa kegiatan. Inahex 2019 ini akan memfasilitasi informasi-informasi terbaru di dunia kedokteran hewan yang akan menghadirkan narasumber kompeten dunia, teknik diagnostik terbaru, sosialisasi tentang standar dan aturan klinik hewan dan layanan. Selain itu, ada juga kegiatan terkait Professional Development dan Expo pada tanggal 1-2 Agustus 2019,” ujarnya. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *