Kab. Bogor

Cuaca Ekstrem di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Curah hujan dengan intensitas tinggi kerap melanda wilayah Kabupaten Bogor dalam beberapa pekan ini. Sejumlah titik dilanda banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi ini sebut saja di kawasan Babakanmadang, Bojonggde, Cibinong dan Sukaraja.

Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca saat ini masuk kategori ekstrem.

BMKG pun memberikan penjelasan tentang faktor-faktor yang menyebabkan cuaca ekstrem ini.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Fatuhri Syabani mengatakan, cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini disebabkan oleh faktor lokal, terutama naiknya suhu permukaan laut di Laut Utara dan Selatan Jawa Barat.

“Peristiwa siklon tropis memang sudah berakhir pekan lalu, sekarang lebih ke faktor lokal yang mendukung, faktor lokal itu suhu permukaan laut di Utara Jawa Barat dan suhu permukaan laut di Selatan Jawa Barat hangat, jadi suplai udara basah yang masuk terutama di wilayah Jawa Barat cukup tinggi hujannya,” ujar Fatuhri saat dihubungi wartawan, Rabu (27/3/2024).

Baca juga  Baru 70 Desa Ajukan Pencairan Dana Program Samisade

Lanjut dia, bahwa adanya awan konvektif yang dihasilkan oleh proses konveksi akibat pemanasan radiasi matahari di beberapa pulau di Indonesia turut mempengaruhi cuaca ekstrem.

“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer kejadian ekstrim kemarin akibat pertemuan awan konvektif yang bentuknya biasanya cukup luas dan lebar dan biasanya awan tersebut single sel dan ini ada beberapa sel, jadi bergabungnya awan-awan tersebut akibat adanya konvergensi di sekitar laut Jawa, mulai dari Utara Jawa Barat sampai Jawa Timur dan NTB di tambah suhu muka laut mendukung akibatnya terjadi cuaca ekstrim,” bebernya

Ia menambahkan, cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di Bogor, melainkan hampir di seluruh Pulau Jawa, dan diprediksi akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Baca juga  Cuaca Ekstrem, BMKG Bogor Imbau Tidak Keluar Rumah Jika Tidak Penting

“Uap air yang masih terkandung di udara itu nilainya cukup tinggi, besok memang akan agak berkurang. Yang pasti tiga hari kedepan masih berpotensi, untuk hari-hari selanjutnya kita tunggu dari Pusat,” tandasnya. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top