Detik-Detik-Kejatuhan-Soeharto-Tahun-1998

Bima: Mahasiswa Elemen Vital di Kelas Menengah

BOGOR-KITA.com – Mahasiswa merupakan elemen luar biasa dan vital di kelas menengah. Mahasiswa memiliki kekuatan. Sayangnya masih banyak mahasiswa yang belum selesai dengan dirinya.

Hal ini dikemukakan Bima Arya dalam dialog interaktif RRI bertajuk Kampus Bicara di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (13/8/2018).

Terkait mahasiswa sebagai elemen vital digambarkan Bima dengan mengambil perbandingan dengan Korea Selatan yang ekonominya lebih maju ketimbang ekonomi Indonesia.

Indonesia dan Korea Selatan memulai pembangunan pada kondisi, tingkat ekonomi, status sosial, dominasi militer nyaris sama. Tetapi berpuluh tahun kemudian Korea Selatan berlari jauh meninggalkan Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut.

“Saya melihat satu faktor signifikan yang mempengaruhinya adalah perbedaan karakter kelas menengah,” kata Bima.

Kelas menengah di Korea Selatan berkembang menjadi unsur utama dalam mendorong modernisasi dan pembangunan. Sementara kelas menengah di Indonesia adalah kelas menengah “manja”, kelas menengah yang tidak mandiri, kelas menengah yang tergantung pada pemerintah.

Kelas menengah di Indonesia adalah kelas menengah “manja”, kelas menengah yang tidak mandiri, kelas menengah yag tergantung pada pemerintah. Bahayanya lagi, saat ini kelas menengah Indonesia terkontaminasi politik.

Selain itu, masih banyak pula kelas menengah Indonesia yang belum selesai dengan dirinya. Kelas menengah ini, begitu perut terisi, selesai pula idealismenya.

“Sepanjang hidup, saya menghabiskan waktu berjuang melakukan pemberdayaan kelas menengah. Kelas menengah harus lebih kritis dan lebih berdaya. Apalagi, saat ini eranya lebih menarik, menuyusul perkembangan ekonomi baru dalam bentuk sharing ekonomi digital atau ekonomi kreatif yang membuka ruang besar untuk bangkitnya kelas menengah baru yang mandiri,” tuturnya

“Sebetulnya saat era reformasi kelas menengah sudah mulai menguat tetapi dilemahkan kembali karena dipecah-pecah secara politik,” kata Bima lagi. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *