Pelantikan Saka Bakti Husada untuk masa bakti 2017-2018, Senin (22/10/2018).

Ade Sarip Lantik Rubaeah Jadi Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada

BOGOR-KITA.com – Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Bogor Ade Sarip Hidayat melantik Ketua Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Rubaeah dan Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Kota Bogor Erna Nurlena beserta para anggotanya, di Gedung SMK Analis Kimia Nusa Bangsa Bogor, Sabtu (20/10/2018).

Pelantikan Saka Bakti Husada untuk masa bakti 2017-2018 disaksikan oleh pengurus Kwarcab Kota Bogor dan staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.

Ketua Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Rubaeah mengatakan, Saka Bakti Husada merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang dijadikan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan Pramuka Penegak dan Pandega dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang kesehatan. Tak hanya sebagai wadah, lebih dari itu Saka Bakti Husada dibentuk dengan tujuan untuk melahirkan kader-kader kesehatan yang handal dan yang langsung menyentuh ke masyarakat.

“Saka bakti husada berhubungan erat dalam pembangunan kesehatan di masyarakat demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,” ujarnya.

Rubaeah menuturkan, prioritas Kesehatan Nasional saat ini antara lain gerakan masyarakat sehat (Germas), pencegahan Stunting, TBC, Peningkatan Imunisasi dan Isi Piringku. Pihaknya akan melibatkan 120 anggota pramuka Saka Bakti Husada untuk diberdayakan demi terwujudnya program prioritas nasional sekaligus mendukung visi misi Dinkes Kota Bogor.

“Maka dari itu, kami adakan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) untuk anggota pandega Saka Bakti Husada agar para kader pramuka ini mau dan mampu hidup sehat untuk kemudian ditularkan ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Saka Bakti Husada merupakan satu dari tiga saka yang paling aktif di Kota Bogor, selain dari Saka Bhayangkara dan Saka Wirakartika. Ia berpesan  agar pelantikan ini jangan hanya dianggap sebagai seremonial saja. Tetapi sebaliknya ada tiga hal yang harus dimaknai, yakni berjanji melaksanakan perintah Allah, membantu pelaksanaan kesehatan ke masyarakat dan mematuhi Dasa Dharma Pramuka.

“Kota yang kita cintai ini punya mimpi menjadi Kota yang sehat dan makmur, yakni sikap dan perilaku masyarakat harus sehat, pembangunan infrastruktur yang juga harus mendukung kesehatan. Hal ini tidak mungkin bisa wujud jika hanya dari pegawai dinkes saja tapi harus bergandengan tangan dengan masyarakat salah satunya lewat Saka Bakti Husada baru bisa wujud dan terevaluasi,” pungkasnya. [] Admin

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *