Kab. Bogor

Rentetan Gempa Guncang Bogor dan Sukabumi, Sedikitnya 34 Bangunan Rusak Ringan

BOGOR-KITA.com, PAMIJAHAN – Rentetan gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 15 Oktober 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat tujuh kejadian gempa dengan magnitudo berkisar M1,6 hingga M4,1. Sedikitnya 34 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat rangkaian gempa tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa dua kejadian gempa dirasakan oleh masyarakat dengan intensitas II–IV berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI).

Gempa pertama yang dirasakan terjadi pada pukul 17.49 WIB dengan magnitudo M3,5. Selanjutnya, gempa bermagnitudo M4,1 terjadi pada pukul 17.58 WIB dan menjadi gempa terbesar dalam rangkaian kejadian tersebut.

“Hingga 16 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB, telah terjadi lima kali gempa susulan dengan magnitudo M1,6–M2,4 setelah gempa M4,1,” ujar Suaidi dalam keterangan resminya.

Baca juga  Bima Arya: Industri Kreatif Bogor Berkembang Sangat Cepat

Secara tektonik, rangkaian gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar atau struktur geologi lokal. Namun, BMKG masih melakukan analisis lebih lanjut terhadap hiposenter dan mekanisme sumber gempa untuk memastikan struktur geologi yang menjadi penyebabnya.

Puluhan Bangunan Mengalami Kerusakan Ringan

Berdasarkan laporan masyarakat yang disampaikan dalam informasi tersebut, kerusakan bangunan terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Di Kabupaten Bogor, kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, dengan rincian sebagai berikut:

  • RT 01/RW 09, Dusun 4: sembilan bangunan rusak ringan.
  • RT 02/RW 05, Dusun 5: satu bangunan rusak ringan.
  • RT 04/RW 05, Dusun 5: satu bangunan rusak ringan.
  • RT 01/RW 09, Dusun 4: satu bangunan rusak ringan.
  • RT 02/RW 10, Dusun 5: tiga bangunan rusak ringan.

Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi, kerusakan dilaporkan terjadi di Kecamatan Kabandungan, dengan rincian:

  • RT 017, RT 018, dan RT 019/RW 007, Desa Tugu Bandung dan Desa Kabandungan: 17 bangunan rusak ringan.
  • RT 002/RW 006, Desa Tugubandung: dua bangunan rusak ringan.

Berdasarkan rincian tersebut, jumlah bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan mencapai 34 unit. Hingga informasi ini disusun, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam keterangan yang menjadi dasar pemberitaan ini.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengartikan rangkaian gempa tersebut sebagai pertanda akan terjadi gempa yang lebih besar. Hingga saat ini, waktu, lokasi, dan magnitudo gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat.

“Memang secara statistik suatu gempa dapat diikuti oleh gempa yang lebih besar, tetapi kemungkinan tersebut tidak berarti gempa besar pasti akan terjadi. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan bangunan serta lingkungan tempat tinggal aman terhadap gempa,” jelas Suaidi.

BMKG menyatakan terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah Jawa Barat dan akan menyampaikan perkembangan melalui kanal resmi.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi.

Informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi dapat diakses melalui situs web BMKG di www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, akun media sosial @infoBMKG dan @BMKGBandung, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi WRS-BMKG dan Info BMKG. [] Fahry

Baca juga  Pasar Ah Poong Bongkar Sendiri Bangunan Bersegel
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top