Tanah Baru Kampiun Camat Cup 2026 Usai Taklukkan Cimahpar 4-3 Lewat Drama Adu Penalti
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Gelar juara Camat Cup 2026 Kecamatan Bogor Utara akhirnya menjadi milik Kelurahan Tanah Baru setelah mengatasi perlawanan Kelurahan Cimahpar melalui adu penalti 4-3 di Lapangan GOM Bogor Utara, Rabu (9/9/2026).
Kedua tim harus menjalani pertandingan hingga babak adu penalti setelah duel selama waktu normal berlangsung tanpa gol. Meski sejumlah peluang tercipta, baik Tanah Baru maupun Cimahpar sama-sama gagal memecah kebuntuan.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Para pemain dari kedua kelurahan silih berganti membangun serangan dan berusaha mencari celah di lini pertahanan lawan.
Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Adu penalti pun menjadi penentu tim yang berhak mengangkat trofi Camat Cup tahun ini.
Pada babak tersebut, Tanah Baru tampil lebih efektif. Dua eksekutor Cimahpar gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil digagalkan penjaga gawang Tanah Baru.
Keunggulan itu mampu dipertahankan hingga akhir adu penalti. Tanah Baru menang 4-3 dan berhak membawa pulang gelar juara Camat Cup 2026.
Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah, mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti kompetisi olahraga antar-kelurahan tersebut.
Menurut Riki, Camat Cup tahun ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali turnamen yang sebelumnya pernah digelar pada 2023, namun sempat terhenti selama dua tahun.
“Insyaallah mudah-mudahan ada rezekinya, mudah-mudahan ini bisa berlanjut. Karena memang sebelum ini, kita di 2023 sempat melaksanakan juga. Sempat vakum 2024, 2025, dan alhamdulillah 2026 kita lakukan kembali,” kata Riki.
Ia menilai tingginya partisipasi berbagai unsur masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Camat Cup 2026.
“Antusias dari para ketua RT, RW, LPM, Karang Taruna, dan koperasi juga sangat luar biasa. Tadi terlihat sangat ketat permainan dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Riki mengatakan tingginya semangat membela kelurahan masing-masing sempat membuat tensi pertandingan meningkat. Namun, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan sehingga pertandingan tetap berjalan kondusif.
“Itu hal yang biasa. Mungkin karena sangat antusias membela kelurahannya sehingga memang tensi pertandingan sempat memanas. Tapi tetap kondusif dan selesai pertandingan terbukti mereka saling memaafkan,” jelasnya.
Ia berharap semangat kompetisi tetap dibarengi dengan sikap sportif antarpemain dan pendukung.
“Yang namanya kekhilafan itu sudah biasa, manusia tempatnya khilaf. Tapi tetap sportivitas nomor satu dalam olahraga,” tegas Riki.
Sebagai juara pertama, Tanah Baru mendapatkan piala tetap dan piala bergilir serta uang pembinaan sebesar Rp3 juta. Hadiah tersebut juga dilengkapi seekor domba yang diberikan sebagai tambahan hadiah oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
“Alhamdulillah, tadi bisa disaksikan sendiri Pak Wakil menambah hadiah terkait untuk juara satu seekor domba yang sangat luar biasa, sangat besar. Mungkin di atas 100 kilogram,” ungkap Riki.
Sementara itu, Cimahpar yang menempati posisi kedua memperoleh seekor domba, uang pembinaan Rp2 juta dan piala tetap.
Juara ketiga Kelurahan Ciparigi mendapatkan uang pembinaan Rp1 juta, piala tetap serta tiga ekor ayam kampung. Sedangkan juara keempat Kelurahan Bantarjati menerima uang pembinaan Rp500 ribu, piala dan dua ekor ayam kampung.
Selain penghargaan bagi tim, panitia juga memberikan apresiasi kepada pemain dengan performa terbaik. Irfan dari Kelurahan Cimahpar dinobatkan sebagai top scorer setelah mengoleksi empat gol.
“Irfan berhak mendapatkan uang pembinaan Rp250 ribu serta suvenir berupa helm Yamaha,” tandasnya.
Riki berharap Camat Cup dapat kembali digelar secara berkelanjutan sehingga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat hubungan antarwarga di wilayah Bogor Utara. [] Ricky
