Lima Bulan Pendampingan Pascabencana Galodo, LKC Dompet Dhuafa dan Pemkab Agam Reaktivasi 7 Posyandu di Salareh Aia
BOGOR-KITA.com, SUMBAR – Forum Diseminasi Program dan Penguatan Keberlanjutan Pemulihan Kesehatan Pascabencana yang diselenggarakan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (27/8/2026).
Forum ini menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan respon dan recovery kesehatan yang telah dilakukan, mendengarkan langsung pengalaman masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan yang masih tersisa, sekaligus mempertemukan pemerintah, masyarakat, fasilitas kesehatan, dan mitra untuk menentukan arah penguatan selanjutnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. H. Hendri Rusdian, M.Kes. yang diwakilkan oleh Ibu Yori Sulistia, SKM, MPH selaku Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Agam., General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari, MKM., Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang Sumatera Barat Novil Oksan Putra, Camat Palembayan Endrisasman, S.E., Kepala Puskesmas Koto Alam Ns. Yelmita Juwarnis, S.Kep., Wali Nagari Salareh Aia Bapak , serta, bersama jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, kader, masyarakat, penerima manfaat, dan mitra lainnya.
“Melalui Program Recovery Kebencanaan, LKC Dompet Dhuafa telah melakukan pendampingan selama enam bulan di Nagari Salareh Aia yang mencakup 7 Posyandu di 4 jorong dan 42 kader, dengan fokus pada pemulihan fungsi Posyandu, penguatan kapasitas kader, layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, pemantauan kelompok rentan, serta penguatan sarana kesehatan,” jelas dr. Yeni Purnamasari, MKM selaku General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa.
Proses pemulihan di Salareh Aia merupakan bagian dari rangkaian respon kemanusiaan Dompet Dhuafa setelah masyarakat terdampak bencana.
“Dalam fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa Singgalang bersama jejaring Dompet Dhuafa bergerak merespons kebutuhan masyarakat terdampak. Setelah kondisi mulai berangsur pulih, kebutuhan masyarakat berkembang dari kebutuhan darurat menjadi kebutuhan untuk mengembalikan fungsi layanan dasar dan memperkuat kapasitas masyarakat,” ujar Novil.
Dalam masa recovery LKC Dompet Dhuafa bersama Pemerintah Agam mengarahkan perhatian kepada kelompok rentan yang membutuhkan kesehatan secara berkelanjutan.
“Dari bulan Mei sampai dengan sekarang partisipasi masyarakat menunjukkan peningkatan ya, dari 75 sekarang sudah sampai 105 kehadiran. Kemudian kehadiran ibu hamil juga terus meningkat. Jika melihat dari data yang kami kumpulkan, pada program pos gizi, 90% peserta lulus program pos gizi kenaikan berat badan diatas 300 gr selama 3 bulan, kemudian pendampingan posyandu bayi/balita mendampingi 140 balita terpantau status gizinya, 19 dari 19 ibu hamil terpantau status gizinya, dan 135 lansia juga berhasil kami lakukan skrining kesehatannya,” papar Yeni.
Selain itu, untuk mendukung kegiatan tersebut LKC Dompet Dhuafa memberikan dukungan berupa antropometri kit, tensimeter, doppler, partus set, sarana prasarana Posyandu, buku kecakapan kader, serta perlengkapan pendukung lainnya
.
Melalui sambutan video jarak jauh, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr. Lovely Daisy, MKM, menyambut baik dan mengapresiasi langkah nyata tersebut. “Pendampingan pos gizi dan posyandu selama lima bulan terakhir oleh LKC Dompet Dhuafa merupakan bentuk nyata sinergi dalam pemulihan pascabencana galodo. Langkah berkelanjutan ini sangat penting agar fungsi pelayanan kesehatan dasar dapat bangkit kembali, mempercepat pemulihan kesehatan keluarga, serta memberikan perlindungan maksimal bagi kelompok rentan di masa transisi ini,” ungkapnya.
Arah tersebut menempatkan recovery sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan primer, Posyandu, kader, pemantauan kelompok rentan, kesiapsiagaan, serta kolaborasi lintas pihak.
Bagi Pemerintah Kabupaten Agam, dukungan dari mitra diharapkan dapat memperkuat sistem yang sudah ada, sementara pemerintah memastikan hasil pemulihan dapat terus terintegrasi dalam pelayanan publik dan pembangunan kesehatan daerah.
“Pemulihan pascabencana ini tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan harus menjadi momentum untuk membangun kembali sistem kesehatan masyarakat yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kehadiran program seperti pos gizi dan pendampingan posyandu dari LKC Dompet Dhuafa telah meletakkan fondasi penting. Tugas kita bersama di tingkat kecamatan dan nagari adalah memastikan praktik baik ini terus berjalan dan diperkuat demi kesehatan keluarga di Palembayan,” tutur Pak Camat Palembayan Endrisasman, S.E.
Sementara itu, masyarakat mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan yang telah digulirkan tersebut memberikan manfaat selama masa proses pemulihan.
“Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa karenanya kami bisa diberi penguatan kapasitas kader. Kami merasa tidak sendirian apalagi setelah bencana kami berusaha untuk pulih ya pak, alhamdulillah kami didukung oleh LKC Dompet Dhuafa dan pemerintah, sehingga sekarang semua perlahan kembali membaik, jadi kami bisa melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik,” ujar salah satu kader Ibu Efria Ernanda.
Senada dengan itu, salah seorang penerima manfaat menuturkan bahwa pemeriksaan kesehatan menjadi hal yang penting dan fasilitas yang baik juga ditunggu-tunggu oleh warga yang selama ini perlu memastikan kondisi kesehatannya.
“Saya sangat berterima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa. Kegiatan pos gizi membantu dalam memperbaiki kondisi anak saya. Setelah kondisi mulai membaik, saya kembali membawa anak ke Posyandu. Yang paling membantu bukan hanya pemeriksaannya, tetapi adanya kader yang mengingatkan dan membantu kami mendapatkan informasi tentang kesehatan. Kami berharap layanan seperti ini tetap berjalan karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang dekat dan mudah dijangkau,” ungkap Ibu Etramaiyeti selaku penerima manfaat ibu asuh dari balita pos gizi.
