Kota Bogor

DPRD Kota Bogor Ingatkan Revitalisasi Terminal Bubulak Jangan Hanya Fokus pada Pembangunan Fisik

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Angga Alan Surawijaya, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dalam rencana Revitalisasi Terminal Bubulak Tahap III yang kembali dianggarkan pada Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027.

Menurutnya, revitalisasi harus dibarengi dengan konsep penataan transportasi yang terintegrasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Angga menilai penyelesaian pembangunan terminal tidak akan otomatis menyelesaikan persoalan transportasi di kawasan Bubulak apabila belum ada kepastian mengenai sistem operasional, pengaturan trayek, hingga rekayasa lalu lintas.

“Yang menjadi pertanyaan adalah, setelah terminalnya selesai dibangun, seperti apa konsep operasional dan penataan transportasinya? Jangan sampai kita hanya memiliki bangunan yang lebih bagus, tetapi persoalan kemacetan, tumpang tindih trayek, dan ketidakteraturan angkutan tetap terjadi,” kata Angga, Senin (3/8/2026).

Baca juga  Dokter Rayendra Terima Dukungan dari Komunitas Burung Berkicau Kota Bogor

Ia menjelaskan, kawasan Bubulak memiliki karakteristik khusus karena menjadi pintu perbatasan Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor. Kondisi itu semakin penting diperhatikan mengingat Pemerintah Kabupaten Bogor juga sedang mengembangkan Terminal Laladon sebagai simpul transportasi.

Menurutnya, tanpa koordinasi antardaerah, keberadaan dua terminal tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih pelayanan angkutan umum.

“Selama bertahun-tahun Bubulak menjadi kawasan yang memiliki tantangan koordinasi transportasi antara Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Banyak angkutan yang melayani dua wilayah administratif, sehingga kebijakan satu daerah akan berdampak pada daerah lainnya. Karena itu, revitalisasi terminal harus diiringi dengan kesepakatan lintas daerah mengenai pola pelayanan transportasi,” ujarnya.

Dalam pembahasan KUA-PPAS 2027, Angga mendorong agar pemerintah menyusun masterplan transportasi kawasan Bubulak-Laladon. Ia juga mengusulkan pembagian fungsi antara Terminal Bubulak dan Terminal Laladon, penataan ulang trayek angkutan kota dan angkutan perbatasan, serta integrasi dengan layanan BisKita, angkutan pengumpan (feeder), hingga angkutan antarkota.

Baca juga  Mendesak, Revitalisasi Terminal Bubulak Gunakan Anggaran Pemeliharaan Jalan

Selain itu, penataan kawasan terminal dinilai tidak boleh diabaikan. Mulai dari area parkir, lokasi naik turun penumpang, ruang bagi pelaku UMKM, jalur pejalan kaki, hingga rekayasa lalu lintas harus dirancang sebagai satu kesatuan. Angga juga mengusulkan pembentukan forum koordinasi transportasi Bogor Raya yang melibatkan pemerintah kota, pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Perhubungan.

“Kalau Terminal Bubulak dan Terminal Laladon dirancang sebagai satu sistem transportasi yang saling mendukung, masyarakat akan memperoleh layanan yang jauh lebih baik. Namun jika masing-masing berjalan sendiri-sendiri, potensi tumpang tindih trayek, kemacetan, dan pemborosan anggaran akan terus berulang,” tegasnya.

Ia berharap pembahasan anggaran revitalisasi terminal tidak berhenti pada aspek pembangunan gedung, melainkan menghasilkan kebijakan transportasi yang mampu meningkatkan kualitas layanan angkutan umum di kawasan barat Kota Bogor.

Baca juga  DBD di Kota Bogor, Terbanyak di Kelurahan Mekarwangi, Kencana dan Katulampa

“Keberhasilan revitalisasi terminal bukan diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari kemampuannya mengurangi kemacetan, meningkatkan penggunaan angkutan umum, dan memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top