Kab. Bogor

Hampir Tiga Pekan Tidak Diguyur Hujan, Debit Air Ciliwung Menurun

BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG – Sungai Ciliwung yang selama ini terkenal deras dan bahkan membahayakan, kini jauh lebih landai seiring berlangsungnya musim kemarau dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan saat ini debit air sungai Ciliwung yang melintas dari kawasan Puncak hingga Gadog, Megamendung berada di bawah normal

Kepala Bendung Cibalok, Nazar Adiyana, mengatakan penurunan debit air sudah terjadi sejak awal musim kemarau. Hingga saat ini, belum ada peningkatan signifikan karena minimnya curah hujan yang turun di wilayah hulu Sungai Ciliwung.

“Debit air terus menurun. Selama beberapa pekan terakhir belum ada perubahan yang berarti. Tinggi muka air saat ini berada di bawah kondisi normal, meskipun belum sampai pada kondisi kering ekstrem,” ujar Nazar, Kamis (25/6/2026)

Baca juga  Bupati Rudy Susmanto Puji Pekan Olahraga Desa Kecamatan Citeureup

Menurutnya, berkurangnya debit air Sungai Ciliwung tidak hanya memengaruhi kondisi sungai, tetapi juga berdampak pada sejumlah sektor yang bergantung pada pasokan air dari aliran sungai tersebut. Salah satunya adalah kebutuhan irigasi pertanian dan perikanan milik warga.

Ia menjelaskan, air dari Sungai Ciliwung selama ini menjadi sumber utama bagi sejumlah saluran irigasi yang mengaliri sawah, ladang, hingga kolam budidaya ikan milik masyarakat. Ketika debit air berkurang, pasokan yang masuk ke saluran-saluran tersebut juga ikut menurun.

“Kalau debit Ciliwung berkurang, tentu dampaknya akan dirasakan oleh petani dan masyarakat yang memanfaatkan air sungai. Pasokan ke sawah, ladang, maupun kolam ikan menjadi tidak maksimal,” ucapnya

Tidak hanya itu, Nazar juga menyebut penurunan debit air berpotensi memengaruhi ketersediaan air tanah di sekitar kawasan aliran sungai. Sejumlah sumur milik warga diperkirakan dapat mengalami penurunan debit apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama.

Baca juga  Performa Persikabo 1973 Meningkat, Sayang Hanya Bisa Tahan Bhayangkara FC

Berdasarkan pemantauan di Bendung Cibalok, tinggi muka air Sungai Ciliwung saat ini berada di kisaran 30 sentimeter. Angka tersebut berada di bawah kondisi normal yang biasanya mencapai sekitar 40 sentimeter. Sementara apabila ketinggian air mencapai lebih dari 50 sentimeter, statusnya sudah masuk kategori siaga satu.

“Normalnya tinggi muka air sekitar 40 sentimeter. Saat ini hanya berada di kisaran 30 sentimeter atau di bawah normal,” ungkapnya

Meski demikian, kondisi surutnya air sungai justru dimanfaatkan sebagian anak-anak di sekitar bantaran Sungai Ciliwung untuk bermain dan mandi. Debit air yang tidak terlalu deras serta ketinggian air yang relatif rendah membuat aktivitas berenang menjadi lebih aman dibandingkan saat musim hujan.

Baca juga  Wisma DPR RI Di Puncak Dijaga Muspika

Kendati demikian, pihak pengelola bendung tetap mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di sungai. Sebab kondisi dasar sungai yang licin dan berbatu tetap berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

Ia menambahkan, hingga saat ini penurunan debit air Sungai Ciliwung belum memengaruhi pasokan air dari Bendung Cibalok ke sejumlah wilayah hilir. Distribusi air, termasuk pasokan menuju kawasan Istana Bogor, masih berjalan normal dan belum mengalami gangguan.

“Untuk kebutuhan air yang disalurkan dari Bendung Cibalok hingga ke Istana Bogor masih aman dan normal. Kami terus memantau perkembangan debit air selama musim kemarau berlangsung,” tandasnya. []Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top