Kota Bogor

Dukung Percepatan Penurunan Stunting, PIM Salurkan Bantuan Gizi untuk 30 Balita di Bogor Barat

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Organisasi Perempuan Indonesia Maju (PIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya penurunan stunting di Kota Bogor.

Kali ini, PIM menyalurkan bantuan sembako dan bahan makanan bergizi kepada 30 balita yang berasal dari tiga kelurahan di wilayah Bogor Barat secara simbolis di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (25/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara PIM dan Pemerintah Kota Bogor dalam menangani permasalahan stunting.

Ketua DPP PIM, Lana Koencotjoro, mengatakan kegiatan ini merupakan pelaksanaan program yang telah berjalan selama empat tahun sejak 2023. Menurutnya, PIM secara konsisten hadir untuk mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting.

“Kami selalu berupaya berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam setiap kegiatan. Tujuannya agar organisasi masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menciptakan kondisi yang lebih sehat bagi ibu dan anak di Kota Bogor,” ujar Lana.

Baca juga  Gandeng Kejari, Pemkot Bogor Tekan Angka Penambahan Stunting

Ia mengungkapkan, selama empat tahun pelaksanaan program, lebih dari 100 anak telah mendapatkan pendampingan hingga keluar dari kondisi stunting. Selain itu, PIM juga aktif menjalankan berbagai program pendukung, termasuk kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Menurut Lana, keterlibatan kader penggerak di tingkat kelurahan turut berperan penting dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Kota Bogor. Ia berharap program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap berkurangnya jumlah balita stunting.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPA) Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi konsistensi PIM sebagai salah satu mitra pemerintah dalam penanganan stunting.

Ia menjelaskan, pada program kali ini terdapat 30 balita dari Kelurahan Curug, Gunung Batu, dan Pasirjaya yang akan mendapatkan intervensi gizi selama enam bulan ke depan. Bantuan yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Baca juga  HUT RSUD, Bima Arya: Lab PCR Kado untuk Warga Lawan Covid-19

“Program ini merupakan periode keempat yang dijalankan PIM bersama Pemerintah Kota Bogor. Intervensi dilakukan secara terarah berdasarkan data yang kami miliki agar bantuan tepat sasaran,” kata Jenal.

Menurutnya, Pemkot Bogor melakukan pemetaan terhadap anak-anak yang belum menerima bantuan dari program pemerintah maupun pihak lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari tumpang tindih bantuan sekaligus memastikan lebih banyak balita berisiko stunting mendapatkan perhatian.

Jenal menambahkan, hasil penanganan stunting di Kota Bogor dalam enam bulan terakhir menunjukkan perkembangan positif. Tercatat sekitar 500 balita telah dinyatakan lulus dari kondisi stunting setelah mendapatkan pendampingan dan intervensi yang diperlukan.

Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya tantangan berupa bertambahnya jumlah keluarga berisiko stunting yang berpotensi melahirkan kasus baru. Karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan target nol stunting di Kota Bogor.

Baca juga  Sekolah Ibu Kota Bogor Sukses, Dilanjutkan Setelah Idul Fitri

“Kami berharap pola intervensi yang selama ini dilakukan dapat terus dikembangkan sehingga angka stunting di Kota Bogor semakin menurun dan pada akhirnya bisa mencapai zero stunting,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top