Kesehatan

Bantah Tolak Ambulans PWI, RS Vania Sebut Hanya Miskomunikasi

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Adanya dugaan penolakan terhadap Ambulans Andalan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor oleh RS Vania akhirnya terjawab. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah bentuk penolakan dari pihak rumah sakit, melainkan akibat kesalahpahaman dalam komunikasi keluarga pasien.

Penjelasan ini disampaikan dalam mediasi yang mempertemukan manajemen RS Vania dengan pengurus PWI Kota Bogor, yang difasilitasi langsung oleh Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena, di kantor Dinkes, Senin (6/4/2026).

Menurut Erna, insiden bermula ketika keluarga pasien secara bersamaan menghubungi dua layanan ambulans berbeda. Di satu sisi, suami pasien memanggil ambulans dari MCB, sementara di sisi lain, kerabat pasien juga meminta bantuan Ambulans Andalan PWI.

Baca juga  Warga Kota Bogor Usia 104 Tahun Divaksin di RS Vania

“Situasi ini murni terjadi karena miskomunikasi. Kedua pihak keluarga bergerak tanpa koordinasi, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah ada penolakan,” jelasnya.

Setelah kronologi dipaparkan secara menyeluruh, seluruh pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Bahkan, pertemuan ini dinilai menjadi langkah positif untuk mempererat kerja sama antara rumah sakit dan organisasi masyarakat.

Dinkes juga menegaskan kembali aturan terkait sistem rujukan pasien. Dalam mekanisme antar fasilitas kesehatan, tanggung jawab transportasi pasien berada pada pihak yang merujuk.

Sementara untuk kondisi pasien dari rumah ke fasilitas kesehatan, penggunaan ambulans dapat lebih fleksibel, termasuk dari pihak luar dalam kondisi tertentu.

Erna juga memastikan bahwa peserta BPJS Kesehatan tidak perlu khawatir terkait biaya ambulans karena sudah termasuk dalam layanan yang dijamin.

Baca juga  Pedagang di Jalan Pedati dan Lawang Seketeng Deklarasi Dukung JM jadi Wali Kota Bogor

“Terkait unit ambulans, kalau peserta BPJS otomatis seharusnya sudah di-cover oleh BPJS juga,” ucapnya.

Manajemen RS Vania Marketing Manager, Muhammad Iqbal
membantah tegas adanya pembatasan terhadap ambulans tertentu. Ia menyebut isu yang beredar sebagai informasi yang tidak akurat.

“Kami tidak pernah membatasi ambulans mana pun untuk masuk. Keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Iqbal.

Ia juga menegaskan komitmen rumah sakit untuk membuka kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas ambulans, guna meningkatkan respons terhadap kondisi darurat.

“Kemitraan dengan pihak manapun guna mempercepat penanganan kegawatdaruratan. Siapapun, termasuk teman-teman komunitas dan Ambulans Andalan PWI, pintu kami selalu terbuka,” tuturnya

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi yang akrab disapa Kang Aldo, mengapresiasi klarifikasi yang telah diberikan. Ia menilai persoalan ini dapat menjadi pelajaran penting agar koordinasi ke depan lebih baik.

Baca juga  Gelar Rapat Pleno, MKGR Kota Bogor Siapkan Konsolidasi hingga RT/RW

“Kejadian ini jadi pengingat bahwa komunikasi harus diperkuat. Tidak ada penolakan seperti yang sempat beredar,” katanya.

Ia juga mendorong Dinkes untuk memperjelas standar operasional prosedur (SOP) terkait penggunaan ambulans eksternal di rumah sakit, agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.

“Ke depan saya berharap dinkes sebagai leading sector bisa menghimbau seluruh RS untuk memasang SOP pelayanan ambulance dari luar, biar semua memahami dan tidak ada miss komunikasi lagi,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top