Kota Bogor

Pemkot Bogor Siapkan KUR dan Kredit Tanpa Anggunan Bagi PKL yang Pindah ke Pasar Jambu Dua dan Sukasari

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menawarkan sejumlah solusi bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di kawasan Pasar Bogor, Jalan Pedati, dan Lawang Sekteng.

Selain direlokasi ke kawasan Pasar Jambu Dua dan Sukasari, Pemkot juga membuka akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu para pedagang mengembangkan usahanya.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa solusi yang ditawarkan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para PKL.

“Solusinya sudah ada, yakni menempatkan mereka di sekitar Jambu Dua dan Sukasari. Kami ingin mengangkat marwah para pedagang kaki lima menjadi pedagang yang memiliki kios atau los. Ini adalah bentuk ketulusan pemerintah dalam meningkatkan harkat dan martabat mereka,” ujar Dedie, Senin (6/4/2026).

Baca juga  Lurah Rangga Mekar door to door Bagikan E-KTP Warga

Menurutnya, jika para pedagang bersedia masuk ke dalam pasar, mereka akan mendapatkan berbagai keuntungan. Selain lokasi berjualan yang lebih tertata, mereka juga berkesempatan mengakses pembiayaan usaha.

“Kalau mereka masuk ke dalam pasar, ada dua keuntungan. Pertama, mereka bisa mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari beberapa bank dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah. Kedua, ada bantuan dari Permodalan Nasional Madani (PNM) berupa kredit tanpa agunan,” jelasnya.

Dedie mengatakan, pelaku UMKM yang memiliki NPWP akan dikenakan pajak ringan sebesar 0,5 persen, namun tetap dapat memperoleh akses kredit yang difasilitasi pemerintah.

Terkait masih adanya pedagang yang enggan direlokasi, Dedie menyebut hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh kurangnya rasa memiliki terhadap Kota Bogor.

Baca juga  Pemkot Bogor Gelar Pekan Panutan Pembayaran PBB-P2, Targetkan Rp60 Miliar dalam Dua Bulan

“Mungkin mereka belum memiliki rasa kecintaan terhadap kota ini, sehingga hanya memikirkan kepentingan pribadi. Padahal, kami juga harus memikirkan kepentingan masyarakat luas. Banyak warga mengeluhkan jalan yang tertutup dan sampah yang menumpuk hingga puluhan ton,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemkot Bogor akan terus mengedepankan solusi yang menguntungkan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun para pedagang.

“Kami harap para pedagang mau ikut dalam program pemerintah, karena banyak insentif dan keuntungan yang bisa didapatkan,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top